Pemkab Bintuni Bantu Dana Operasional Haji, Calon Jamaah Minta Tranparansi
- 05 Mei 2026 16:05 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Bintuni- Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni mengalokasikan bantuan sebesar Rp250 juta untuk mendukung biaya operasional calon jamaah haji yang akan berangkat ke Tanah Suci. Bantuan tersebut dikabarkan telah disalurkan melalui rekening Kementerian Haji dan Umrah dalam beberapa hari terakhir.
Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy ketika melepas calon jamaah haji Selasa, 5 Mei 2026 menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam membantu kebutuhan para calon jamaah haji, mulai dari proses keberangkatan hingga kembali ke daerah dalam kondisi sehat.
“Kesra tolong bantu menyiapkan segala kebutuhan baik dalam keberangkatan sampai kembali ke Bintuni dalam keadaan sehat, tanpa kekurangan apapun. Kepada Ketua MUI dan calon jamaah haji, kalau ada apa-apa langsung hubungi kami,” ujar Bupati.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Teluk Bintuni, Anis Fatubun, menjelaskan bahwa dana bantuan operasional tersebut ditujukan untuk membantu biaya perjalanan jamaah, khususnya dari Bintuni menuju Manokwari hingga Makassar, serta saat kepulangan. Ia berharap bantuan tersebut dapat diberikan dan dimanfaatkan secara optimal oleh para calon jamaah haji.
“Kami berharap dana bantuan operasional ini bisa digunakan dengan baik untuk mendukung perjalanan calon jamaah haji,” katanya.
Menanggapi aspirasi masyarakat yang menginginkan agar bantuan disalurkan langsung kepada jamaah, Anis menyebut hal tersebut akan menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah. Namun, ia menegaskan bahwa mekanisme penyaluran saat ini masih mengikuti regulasi yang berlaku.
“Itu masukan yang tepat, hanya saja regulasi kita pada prinsipnya masih memberikan bantuan ke wadah organisasi kemasyarakatan maupun keagamaan. Jamaah haji ini masuk kementerian baru, maka kami salurkan ke kementerian terkait. Ini juga sesuai dengan petunjuk BPK agar bantuan disalurkan langsung ke rekening organisasi atau wadah keagamaan tersebut,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa usulan tersebut akan dibahas lebih lanjut bersama pimpinan dan dikoordinasikan dengan pihak terkait agar tidak bertentangan dengan aturan hukum.
Sementara itu, sejumlah calon jamaah haji mengaku masih harus menanggung biaya operasional secara pribadi, khususnya untuk perjalanan dari daerah hingga ke embarkasi di Makassar.
Susiati, calon jamaah haji asal Babo, mengungkapkan bahwa hingga saat ini bantuan dari pemerintah daerah belum diterima langsung oleh jamaah.
“Kita baru dibebaskan dari dana pribadi setelah di embarkasi, tapi dari daerah sampai Makassar kita masih anggaran pribadi. Kami beli tiket ke Makassar dengan uang sendiri, belum lagi biaya dari Bintuni ke Manokwari seperti makan di jalan, penginapan, dan transportasi, semua biaya sendiri,” ujarnya.
Ia juga berharap bantuan operasional dari pemerintah daerah dapat segera diberikan agar tidak membebani jamaah. “Katanya biasanya ada bantuan dari pemerintah daerah, tapi kami belum dikasih,” Ucap Susiati.
Lebih lanjut, Susiati berharap agar ke depan bantuan tersebut dapat disalurkan langsung kepada jamaah demi transparansi dan kemudahan. “Berapapun jumlahnya kami tidak melihat nilainya, tapi yang penting ada dan dikasih langsung tunai ke kami, seperti yang ada di Provinsi Maluku Utara, di mana gubernur langsung memberikan ke calon jamaah,” harapnya.
Dengan adanya berbagai masukan ini, pemerintah daerah diharapkan dapat mengevaluasi mekanisme penyaluran bantuan agar lebih tepat sasaran dan dirasakan langsung manfaatnya oleh para calon jamaah haji.
Sementara itu, Kepala Kementrian Haji dan Umroh Teluk Bintuni Abdul Muin menjelaskan penyaluran dana operasional bantuan pemerintah kabupaten untuk calon jamaah haji sudah diterima hanya saja pihaknya belum menyalurkan kepada calon jamaah.
Pasalnya penyaluran dana operasional baru akan diberikan setelah calon jamaah kembali dari berhaji. Ia memastikan dana operasional ini akan disalurkan kepada calon jamaah setiba di Bintuni.
"Biasanya sepulang jamaah haji baru kita salurkan sesuai pengeluaran jamaah haji selama masa proses persiapan keberangkatan, InsyaAllah dana aman di rekening," Ujar Abdul Muin.
Ia mengatakan tahun lalu jamaah haji menerima sebesar Rp 4,5 Juta per orang dengan total nilai anggaran bantuan sebesar Rp 250 Juta.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....