BMKG Sebut Cuaca Panas Jatim Berlanjut hingga Oktober

  • 30 Sep 2026 15:56 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Cuaca panas masih berpotensi dirasakan masyarakat Jawa Timur, termasuk Malang Raya, hingga Oktober 2026. Kondisi ini dipengaruhi intensitas radiasi matahari yang cukup tinggi dan rendahnya tutupan awan di sejumlah wilayah.

Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Malang, Ahmad Lutfi, mengatakan periode akhir September hingga Oktober merupakan fase ketika paparan radiasi matahari cukup intens. Kondisi tersebut semakin terasa saat tutupan awan di wilayah tertentu relatif rendah.

“Paparan sinar atau radiasi matahari cukup intens, didukung juga diperkuat juga rendahnya tutupan awan di beberapa daerah,” kata Ahmad Lutfi dalam program Halo RRI, Rabu (30/9/2026).

Menurut Ahmad, kondisi panas tersebut merupakan siklus yang rutin terjadi setiap tahun. Pergerakan semu matahari yang terus bergerak ke arah selatan membuat intensitas panas masih berpotensi terasa hingga Oktober.

Ia menjelaskan, matahari akan terus bergerak menuju titik terjauh di belahan bumi selatan pada akhir Desember. Sementara di Indonesia, periode akhir September hingga Oktober menjadi salah satu fase ketika panas relatif terasa.

“Kondisi di Oktober kondisinya juga akan tetap panas terutama di saat puncak-puncaknya,” ujarnya.

Selain posisi matahari dan tutupan awan, fenomena El Nino juga turut berkontribusi terhadap berkurangnya curah hujan. Kondisi tersebut dapat membuat tutupan awan berkurang sehingga panas matahari lebih terasa.

Meski demikian, Ahmad mengingatkan masyarakat tidak mengaitkan El Nino dengan informasi bahwa fenomena tersebut secara langsung menyebabkan kematian secara luas.

“Belum ada penelitian yang menyebutkan bahwa El Nino itu berdampak mematikan atau menyebabkan kematian bagi masyarakat secara luas,” katanya.

BMKG memperkirakan kondisi panas masih berlangsung dalam satu hingga dua pekan ke depan. Masyarakat diminta menjaga kondisi tubuh dengan mencukupi kebutuhan cairan.

“Jangan sampai dehidrasi, selalu dijaga asupan terutama untuk air minumnya dan juga untuk vitaminnya,” kata Ahmad.

Masyarakat juga disarankan menggunakan tabir surya seperlunya serta memperhatikan kondisi kesehatan selama periode cuaca panas dan perubahan kondisi cuaca.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....