BMKG Ingatkan Angin Kencang hingga 50 KM/Jam, Risiko Karhutla di Jatim Meningkat
- 14 Sep 2026 16:03 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Masyarakat di Jawa Timur diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap angin kencang dan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan angin kencang masih berpotensi terjadi hingga Selasa 15 September 2026, dengan kecepatan yang dalam beberapa hari terakhir mencapai hingga 50 kilometer per jam.
Ketua Tim Kerja Meteorologi BMKG Juanda, Andrie Wijaya, mengatakan kondisi angin kencang berkaitan dengan dinamika peralihan musim. Namun, kondisi kering masih cukup kuat sehingga potensi dampaknya perlu diwaspadai.
“Kalau angin kencang itu biasanya sudah mau mulai masuk musim pancaroba, dari musim kemarau ke musim hujan. Tapi walaupun masih ada fenomena angin, pancaroba ini tertahan sehingga angin kencangnya tetap, tetapi musim keringnya masih,” kata Andrie dalam program Halo RRI, Senin (14/9/2026).
Menurut Andrie, BMKG Juanda mencatat kecepatan angin dalam dua hari terakhir berada pada kisaran 20 hingga 50 kilometer per jam. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan dahan atau pohon yang rapuh tumbang, termasuk meningkatkan risiko kerusakan pada papan reklame maupun baliho.
“Dengan kecepatan tersebut, yang perlu diantisipasi salah satunya pohon yang sudah rapuh atau berisiko tumbang. Kemudian papan reklame atau baliho juga perlu diantisipasi,” ujarnya.
Kondisi angin juga menjadi perhatian dalam penanganan karhutla, terutama di wilayah Malang Raya dan sejumlah kawasan Jawa Timur yang masih mengalami kebakaran. Angin yang kencang dapat mempercepat penyebaran api, terutama ketika vegetasi dan lahan berada dalam kondisi kering.
| Baca juga: BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem saat Pancaroba |
Andrie mengatakan kondisi iklim saat ini perlu menjadi perhatian karena fenomena El Nino diperkirakan masih berlangsung hingga Februari 2027. Meski musim hujan tetap akan datang, intensitasnya diperkirakan tidak seperti kondisi normal.
“Kekeringan, udara kering itu akan mungkin lebih lama, kemudian kelembapannya lebih kering dan anginnya lumayan kencang. Sehingga potensi kebakaran hutan, permukiman, maupun perkebunan itu lebih besar,” jelasnya.
BMKG mengimbau masyarakat tidak membakar sampah sembarangan dan tidak membuang puntung rokok di area rumput atau lahan kering. Jika pembakaran sampah tidak dapat dihindari, api harus dipastikan benar-benar padam sebelum ditinggalkan.
Masyarakat juga diminta memangkas dahan atau pohon yang sudah tua dan rapuh untuk mengurangi risiko tumbang saat angin kencang.
Sementara untuk menjaga kesehatan, masyarakat disarankan memperbanyak minum air putih, mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kondisi panas, serta menggunakan pelindung seperti tabir surya, penutup kepala dan pakaian tertutup ketika harus beraktivitas di luar.
Andrie juga mengingatkan masyarakat agar memperoleh informasi cuaca dan kebencanaan dari sumber resmi BMKG dan tidak mudah mempercayai informasi yang beredar tanpa verifikasi.
“Untuk meng-update sumber resmi kami, masyarakat bisa melihat laman website resmi BMKG dan tidak langsung percaya dengan isu-isu yang beredar. Contohnya seperti gempa dan lain-lain, sebaiknya langsung ke BMKG setempat atau website resmi BMKG,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....