Operasi Modifikasi Cuaca Karhutla Jatim, Tebar 4,8 Ton Garam dalam Enam Penerbangan

  • 09 Sep 2026 17:08 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Operasi Modifikasi Cuaca untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan di kawasan pegunungan Jawa Timur telah menebarkan 4,8 ton garam atau natrium klorida (NaCl). Bahan semai tersebut disebarkan melalui enam kali penerbangan.

Operasi yang digelar sejak 3 September itu menyasar sejumlah kawasan pegunungan yang sebelumnya menjadi perhatian akibat kebakaran hutan dan lahan. Wilayah sasaran meliputi kawasan Gunung Ijen, Arjuno-Welirang, hingga Gunung Butak di kompleks Pegunungan Kawi.

Pengamat Meteorologi dan Geofisika BMKG, Maksum Purwanto mengatakan, satu kali penerbangan membawa sekitar 800 kilogram bahan semai. Hingga evaluasi terakhir, total enam sortie telah dilakukan dalam operasi tersebut.

Menurut Maksum, penyemaian awan difokuskan pada kawasan pegunungan yang memiliki riwayat kejadian karhutla.

Dari hasil evaluasi sementara, BMKG mencatat hujan turun di sejumlah wilayah setelah pelaksanaan operasi. Maksum menyebut hujan terjadi di beberapa kawasan Banyuwangi, Malang, dan Lumajang.

Meski demikian, hasil operasi belum merata di seluruh wilayah sasaran. Kawasan Gunung Butak, misalnya, hingga evaluasi dilakukan belum mendapatkan hujan.

Maksum menjelaskan, keberhasilan operasi modifikasi cuaca tetap bergantung pada kondisi atmosfer. Teknologi tersebut tidak dapat menghasilkan hujan tanpa adanya potensi awan yang dapat disemai.

“Operasi ini tetap bergantung pada kondisi atmosfer. Jika terdapat potensi awan, baru dilakukan penyemaian untuk meningkatkan peluang terjadinya hujan,” kata Maksum, Rabu (9/9/2026).

Operasi modifikasi cuaca dijadwalkan berlangsung hingga 9 September. Keberlanjutannya setelah tanggal tersebut akan disesuaikan dengan permintaan Kementerian Kehutanan selaku pemohon serta hasil pemantauan kondisi atmosfer di Jawa Timur.

BMKG bersama tim gabungan masih melakukan evaluasi terhadap perkembangan cuaca dan hasil operasi di sejumlah kawasan pegunungan yang menjadi sasaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....