Kekeringan, Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Kabupaten Pasuruan Salat Istiqa'

  • 06 Sep 2026 17:57 WIB
  •  Malang
RRI.CO.ID, Pasuruan - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo turun ke wilayah-wilayah terdampak bencana kekeringan di Kabupaten Pasuruan, Minggu (6/9/2026) .
Kedua kepala daerah tersebut mengunjungi Dusun Krajan Timur, Desa Karangjati, Kecamatan Lumbang sekaligus membantu menyalurkan air bersih ke wadah-wadah penampungan yang sudah disiapkan warga.
Pantauan di lokasi, Khofifah dan Mas Rusdi datang sekitar pukul 14.00 WIB. Setibanya di sana, keduanya langsung membantu proses dropping air bersih plus membagikan sembako kepada para warga.
Menurut Khofifah, ada 24 daerah di Jawa Timur yang telah mengeluarkan SK kedaruratan di masing-masing wilayahnya. Utamanya dalam menghadapi bencana kekeringan yang tengah melanda akhir-akhir ini.

Oleh sebab itu, dropping air bersih menjadi hal wajib yang harus dilakukan sembari Pemprov Jatim menyiapkan rencana Operasi Modifikasi Cuaca.
"Sebetulnya kehadiran saya di sini tak lain untuk mensubtitusi program yang telah dilakukan Pak Bupati, sehingga kami hanya meluaskan sapaannya agar apa yang diberikan oleh pemerintah daerah dapat kami tambahkan demi memenuhi kebutuhan masyarakat yang membutuhkan," katanya.
Dijelaskan Khofifah, Operasi Modifikasi Cuaca dilakukan untuk meningkatkan peluang turunnya hujan. Caranya adalah dengan melihat kondisi atmosfer dan keberadaan awan yang telah memenuhi persyaratan.
"Ketika awan kemudian bergerak menuju daratan dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan hujan di wilayah yang membutuhkan. Namun semuanya bergantung pada kondisi awan yang tersedia dan pergerakannya. Maka dari itu, distribusi air bersih tetap menjadi langkah utama untuk menjaga kebutuhan masyarakat selama sumber air belum kembali normal," tegasnya.
Selain langkah teknis melalui distribusi air dan opsi OMC, Khofifah juga mendorong masyarakat melakukan ikhtiar keagamaan melalui Salat Istisqa, yakni salat sunah untuk memohon turunnya hujan.

“Kalau komunitas yang memungkinkan untuk bisa menyegerakan Salat Istisqa akan menjadi sangat baik, karena Salat Istisqa adalah ibadah untuk memohon kepada Allah agar segera menurunkan hujan,” katanya.

Khofifah menegaskan, berbagai langkah tersebut dilakukan karena kekeringan yang terjadi saat ini telah berpengaruh langsung terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

“Kita memberikan substitusi support supply air karena memang kekeringan yang terjadi pada musim kemarau yang cukup ekstrem dan panjang berdampak pada pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Bupati Pasuruan, Mas Rusdi menegaskan di Kabupaten Pasuruan, saat ini ada 8 desa yang tengah berjuang melawan kekeringan. Untuk mengatasinya, BPBD bersama OPD terkait lainnya secara intens melaksanakan pengiriman air bersih ke seluruh desa tersebut, setiap hari.
Selain dropping air bersih, Pemkab Pasuruan juga telah membangun tandon-tandon air permanen yang dipasang di 13 desa yang berpotensi mengalami kekeringan, yakni di wilayah Kecamatan Winongan, Lumbang, Pasrepan dan Kejayan.
"Dropping air bersih kami lakukan setiap hari. Selain itu kita juga bangun tandon-tandon air permanen dengan harapan bukan hanya digunakan pada saat musim kemarau saja, namun saat penghujan juga bisa," terangnya.

Mas Rusdi juga menegaskan bahwa Pemkab Pasuruan juga tengah mencari solusi permanen. Solusi tersebut telah disampaikan kepada Gubernur Jatim dengan harapan masyarakat tak lagi kesusahan dalam mendapatkan air bersih.
"Selain solusi yang bersifat temporer, kami juga masih mencari solusi permanen biar tidak ada lagi kekeringan di Kabupaten Pasuruan. Sudah kami sampaikan ke Ibu Gubernur dan kami mohon bantuan dari pemprov jatim agar tidak ada kekurangan air lagi di semua wilayah terdampak," harapnya.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....