Polresta Malang Kota: Belum Ada Indikasi Penimbunan Beras di Gudang

  • 18 Sep 2026 20:30 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Polresta Malang Kota memastikan belum menemukan indikasi adanya gudang yang sengaja menimbun beras di wilayah Kota Malang. Pernyataan ini disampaikan Kanit III Satgas Pangan Polresta Malang Kota, Ipda Henni Budi Cahyono SH MH, saat mendampingi operasi pasar bersama Bulog di Pasar Bunulrejo, Jumat (18/9/2026).

"Yang jelas kami selalu berkolaborasi dan bekerja sama dengan Bulog untuk tetap turun ke pasar agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi. Selama ini sudah sering kita lakukan operasi pasar," ujar Ipda Henni Budi Cahyono.

Menanggapi pertanyaan wartawan terkait adanya gudang yang dicurigai menimbun beras, Ipda Henni menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada temuan praktik semacam itu di Kota Malang.

"Sementara untuk di Kota Malang belum kami temukan hal tersebut. Sehingga penimpangan di Kota Malang belum kami temukan," jelasnya.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan informasi terkait dugaan penimbunan beras di wilayah Kota Malang.

"Jika masyarakat memiliki informasi, silakan lapor kepada kami agar bisa segera kami tindak lanjuti," tegasnya.

Operasi pasar yang dilakukan Bulog bersama Polresta Malang Kota bertujuan untuk menekan lonjakan harga beras premium di pasaran sekaligus memastikan pasokan tetap lancar.

Dalam operasi tersebut, Bulog Cabang Malang menggelontorkan puluhan ton beras premium berkualitas ke Pasar Bunulrejo untuk mengatasi kelangkaan dan menjaga stabilitas harga.

Sementara Kepala Bulog Cabang Malang, M. Nurjuliansyah Rachman, memimpin langsung distribusi besar-besaran beras premium tersebut dengan didampingi jajaran Satgas Pangan Polresta Malang Kota.

"Selama ini kami sudah melakukan dropping awal sekitar 10 ton," ungkapnya terkait pasokan beras ke pasar tradisional.

Di sisi lain, Bulog memastikan stok beras kualitas medium di gudang masih sangat melimpah, mencapai 86.000 ton.

Jumlah tersebut dinilai aman untuk memenuhi kebutuhan warga Malang Raya hingga satu tahun ke depan, dengan rata-rata konsumsi alokasi 6.000 ton per bulan.

Adapun untuk beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Harga Eceran Tertinggi (HET) ditetapkan maksimal Rp12.500 per kilogram agar tetap terjangkau bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....