Tumpukan Sampah 750 Meter Persegi di Jatimulyo Terbakar, 24 Ribu Liter Air Dikerahk

  • 17 Sep 2026 00:01 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Tumpukan sampah di kawasan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, terbakar pada Rabu (16/9/2026) pagi. Kebakaran yang berada di area sekitar 750 meter persegi itu berhasil dipadamkan petugas Pemadam Kebakaran Kota Malang sekitar pukul 09.25 WIB.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 07.22 WIB. Tim kemudian berangkat pukul 07.24 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 07.39 WIB.

“Laporan masuk ke kami sekitar 07.30. Kami lakukan pemadaman ke sana sampai sekitar 09.30 baru padam,” kata Pandu.

Dalam penanganan tersebut, Damkar Kota Malang mengerahkan 18 personel dan tiga unit mobil pemadam, dengan penggunaan air mencapai sekitar 24 ribu liter. Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung sekitar 105 menit hingga api dinyatakan padam.

Lokasi kebakaran berada di kawasan yang relatif jauh dari permukiman. Pandu menyebut titik api berada di sekitar makam dan perengan Sungai Brantas.

“Jauh dari pemukiman, tepatnya di samping makam persis atau di perengan Sungai Brantas,” ujarnya.

Terkait penyebab kebakaran, Pandu menegaskan penyebabnya masih belum diketahui secara pasti. Namun, berdasarkan pantauan di lokasi, terdapat aktivitas sejumlah orang yang mengumpulkan barang bekas di sekitar area tersebut.

“Dugaan penyebab masih belum diketahui, namun berdasarkan pantauan di lokasi adanya aktivitas pengumpulan barang bekas oleh beberapa orang. Saat aktivitas juga bersamaan dengan merokok,” jelasnya.

Ia menyebut kondisi cuaca yang kering dan angin juga dapat mempercepat perambatan api, terutama pada tumpukan sampah yang mudah terbakar.

“Musim kemarau, kering dan angin saat ini sangat mempengaruhi kecepatan perambatan api,” kata Pandu.

Usai melakukan pemadaman dan pendinginan, petugas juga memberikan edukasi kepada warga di sekitar lokasi agar tidak membuang puntung rokok sembarangan. Edukasi tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan, mengingat kondisi lingkungan yang kering dapat membuat api lebih cepat menyebar.

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Sementara itu, laporan Damkar mencatat tidak ada kerugian material yang dilaporkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....