PMI Kota Malang Layani Kebutuhan hingga 200 Kantong Darah per Hari
- 16 Sep 2026 18:13 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Kebutuhan darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Malang setiap harinya mencapai sekitar 150 hingga 200 kantong untuk seluruh produk darah. Tingginya kebutuhan tersebut membuat keberlangsungan donor darah sukarela menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan darah bagi pasien. Kebutuhan tersebut mencakup berbagai produk darah yang digunakan untuk kebutuhan medis pasien.
“Bisa sampai 150 sampai 200 kantong per hari, untuk semua produk darahnya,” kata Manajer Pemastian Mutu Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Malang, Nena Diasmari, dalam program Halo RRI, Rabu, 16 September 2026.
Menurut Nena, kebutuhan darah setiap pasien berbeda, tergantung kondisi medis dan jenis terapi yang dijalani. Selain produk darah yang umum digunakan, UDD PMI Kota Malang juga melayani permintaan khusus, seperti darah dengan Rhesus negatif, PRC leukodepleted, dan produk darah melalui metode aferesis
Produk dengan kebutuhan khusus tersebut tidak selalu tersedia dalam jumlah yang sama setiap hari. Karena itu, PMI dapat melakukan pencarian donor yang sesuai berdasarkan kebutuhan pasien.
“Ada yang memang dilayani by request, sesuai dengan kebutuhan dari pasien. Jadi tidak selalu ada dalam kesehariannya dalam kondisi normal,” jelasnya.
Untuk menjaga ketersediaan darah, PMI Kota Malang juga memiliki data pendonor berdasarkan golongan darah. Data tersebut dapat dimanfaatkan ketika terdapat kebutuhan tertentu yang tidak dapat dipenuhi dari stok yang tersedia.
Nena menjelaskan, mekanisme tersebut menjadi salah satu cara PMI merespons kebutuhan darah yang sifatnya spesifik, terutama ketika pasien membutuhkan golongan atau karakteristik darah tertentu.
Di sisi lain, darah yang diperoleh dari satu kali donor juga tidak selalu hanya digunakan untuk satu jenis kebutuhan. Dengan metode konvensional menggunakan darah lengkap, darah donor dapat diproses menjadi sedikitnya tiga komponen.
“Dengan metode konvensional, darah lengkap itu bisa kami produksi menjadi minimal tiga komponen darah, yaitu PRC, trombosit, dan plasma,” ungkap Nena.
Artinya, satu proses donor dapat memberikan manfaat untuk lebih dari satu pasien, tergantung komponen darah yang dibutuhkan dan hasil pengolahan serta pemeriksaan.
Nena juga menekankan bahwa sebelum darah diberikan kepada pasien, terdapat rangkaian pengelolaan yang harus dilakukan. Darah harus diperiksa, diproses menjadi komponen, disimpan dengan kondisi yang sesuai, dipantau mutunya, hingga akhirnya didistribusikan kepada pasien.
Karena itu, keberadaan pendonor sukarela tetap menjadi salah satu penopang utama sistem pelayanan darah. Semakin banyak masyarakat yang rutin mendonorkan darahnya, semakin besar pula peluang PMI menjaga ketersediaan darah untuk memenuhi kebutuhan pasien setiap hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....