Dijemput Wali Kota Blitar, Dua Anak Putus Sekolah Kembali Menempuh Pendidikan di SR

  • 12 Sep 2026 14:04 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Blitar - Dua anak yang sempat putus sekolah di Kota Blitar kini kembali mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan melalui Sekolah Rakyat.

Keduanya, M Kausar Rozak Saputra warga Kelurahan Pakunden dan Aprilia Ayu Agustin warga Kelurahan Tlumpu. Keduanya dijemput langsung oleh Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin di rumahnya, lalu diantar menuju Sekolah Rakyat untuk kembali menempuh pendidikan disana, pada Sabtu (12/9/2026).

Kedua calon siswa tersebut untuk pertama kalinya masuk dan akan menjalani pendidikan sekaligus tinggal di asrama. Mereka nantinya akan beradaptasi dengan lingkungan baru serta berkenalan dengan teman-teman dan mengikuti berbagai kegiatan pendidikan di Sekolah Rakyat.

Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin mengatakan, masuk ke Sekolah Rakyat merupakan bagian dari proses untuk membentuk anak-anak menjadi pribadi yang lebih mandiri.

Menurutnya, harus ada keberanian bagi anak maupun orang tua untuk menjalani proses tersebut, termasuk ketika harus berpisah sementara dengan keluarga dan tinggal di asrama.

"Ini merupakan proses. Suatu keberhasilan itu harus dimulai dari hal yang sangat sedih, susah, penuh perjuangan, yaitu berpisah dengan orang tuanya. Itu hal biasa. Anak-anak harus diajari bagaimana hidup mandiri, hidup jauh dari lingkungan dan keluarga," ujar Syauqul Muhibbin, Sabtu (12/9/2026).

Ia berharap pendidikan di Sekolah Rakyat dapat membentuk generasi muda yang tangguh, kuat, dan mandiri.

Pria yang akrab disapa Mas Ibbin ini juga mengajak masyarakat yang memenuhi persyaratan untuk memanfaatkan kesempatan bersekolah di Sekolah Rakyat. Sebab, hingga kini masih tersedia slot dari kuota yang ditargetkan sebanyak 270 siswa.

"Saya kira sayang, fasilitasnya baik dan paling lengkap. Ini bisa mengantarkan anak-anak menjadi orang sukses. Saya kira orang tua harus mau merelakan anak-anaknya di sini," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Blitar Eka Atiqah menjelaskan Sekolah Rakyat menerapkan sistem multi-entry dan multi-exit. Dengan sistem tersebut, siswa dapat masuk ke Sekolah Rakyat tidak hanya pada awal tahun ajaran.

Menurut Eka, M Kausar Rozak Saputra dan Aprilia Ayu Agustin merupakan contoh siswa yang masuk di tengah perjalanan setelah sebelumnya mengalami putus sekolah.

"Kebetulan yang dua ini, di tengah perjalanan ada yang putus sekolah dan berminat masuk ke sini. Sehingga Pak Wali mengapresiasi anak putus sekolah yang mau sekolah di Sekolah Rakyat, kemudian dijemput," jelas Eka.

Eka menyebut jumlah siswa Sekolah Rakyat saat ini bersifat dinamis. Data terakhir tercatat sebanyak 192 siswa, setelah sebelumnya sempat berada di angka sekitar 200 siswa.

"Jumlahnya dinamis ya, kemarin sempat diangka 200 an dan sekarang ini ada 192. Mereka berasal dari Blitar, Malang dan Batu," imbuhnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....