Susanto Korban KM Virgo Transport 8 Dimakamkan di Blitar
- 30 Sep 2026 08:09 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Blitar - Tangis keluarga mengiringi pemakaman Susanto (38), warga Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Jawa Timur pada Selasa (29/9/2026).
Susanto merupakan salah satu korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 yang terbalik di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026).
Jenazah Susanto tiba di rumah duka di Desa Krisik sekitar pukul 11.15 WIB. Setelah disalatkan, jenazah kemudian dibawa ke TPU Desa Tulungrejo, Kecamatan Gandusari, untuk dimakamkan.
Kepala Desa Krisik, Hari Budi Setyawan, mengatakan kepulangan jenazah Susanto menjadi kabar yang telah lama dinantikan keluarga. Sebab, sejak kecelakaan kapal terjadi, keberadaan Susanto belum diketahui.
Jenazah korban akhirnya ditemukan oleh tim SAR pada Senin (28/9/2026). Informasi yang diterima pemerintah desa menyebutkan Susanto ditemukan di dalam kapal yang sebelumnya terbalik dan tenggelam.
"Keluarga sudah mendapat informasi lebih dulu pada Senin sore. Kalau pemerintah desa menerima informasinya malam," kata Hari, Rabu (30/9/2026).
Menurut Hari, setelah mendapatkan kabar tersebut, keluarga langsung bersiap menyambut kepulangan Susanto.
Penemuan Susanto juga membawa kembali duka yang belum sepenuhnya reda bagi keluarga. Sebab, dalam musibah yang sama, mereka lebih dahulu kehilangan Reyner Fausta Yosilianto (22), adik Susanto.
Reyner ditemukan beberapa hari setelah kecelakaan dan dimakamkan di TPU Desa Tulungrejo pada 15 September 2026.
Hari menjelaskan, Susanto dan Reyner merupakan saudara satu ayah. Secara administrasi, keduanya tercatat sebagai warga desa yang berbeda.
Susanto tercatat sebagai warga Desa Krisik. Sementara Reyner tercatat sebagai warga Desa Pagersari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Namun, orang tua Reyner tinggal di Desa Krisik.
"Kalau Susanto memang warga kami di Desa Krisik. Kalau adiknya, Reyner, alamatnya di Desa Pagersari, tapi orang tuanya tinggal di sini. Mereka kakak adik satu ayah, beda ibu," jelasnya.
Di lingkungan tempat tinggalnya, Susanto dikenal sebagai pribadi yang tidak banyak bicara. Ia bekerja sebagai sopir dan sering bepergian ke luar pulau untuk mengantarkan barang.
Kepergian Susanto meninggalkan seorang istri dan anak yang masih berusia 11 tahun.
"Orangnya pendiam. Karena seorang sopir, dia selalu bepergian ke mana-mana dan jarang di rumah," ujar Hari.
Dengan dimakamkannya Susanto, keluarga kini dapat memberikan penghormatan terakhir setelah menunggu kabar tentang keberadaannya selama hampir dua pekan sejak kecelakaan KM Virgo Transport 8.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....