Krisis Air Bersih Mengancam Malang Selatan, Pemkab Perkuat Pasokan

  • 14 Agt 2026 12:49 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mewaspadai krisis air bersih di wilayah selatan selama musim kemarau. Kondisi geografis membuat sejumlah wilayah, termasuk Malang Selatan, berulang kali mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Budiar mengatakan kekeringan di wilayah selatan telah menjadi persoalan yang muncul hampir setiap tahun. Kondisi serupa juga terjadi di kawasan pegunungan yang memiliki keterbatasan sumber air.

"Untuk wilayah selatan, memang kejadian ini hampir setiap tahun," ujar Budiar, Jumat (14/8/2026).

Demi memenuhi kebutuhan warga, Pemkab Malang mengerahkan sejumlah perangkat daerah dan instansi terkait untuk menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah terdampak. Di antaranya Dinas Cipta Karya, PDAM, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

"Kami dari Cipta Karya, PDAM, LH, BPBD selalu memberikan bantuan air bersih setiap tahun di daerah selatan. Termasuk dari Bina Marga dan Universitas Brawijaya untuk menopang kebutuhan air bersih," katanya.

Selain distribusi air menggunakan tangki, Pemkab Malang juga mengembangkan infrastruktur penyediaan air bersih melalui Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan pembangunan sumur bor.

Namun, Budiar menyebut kebutuhan air bersih masih belum sepenuhnya terpenuhi. Salah satu kendalanya adalah karakteristik sumber air yang berbeda, mulai dari sumur dangkal hingga sumur dalam.

"Program air bersih kita, sudah banyak diberikan melalui PDAM dan Cipta Karya. Sumur bor dari Pertanian juga sudah ada, tetapi itu sumur dangkal. Sedangkan sumur tanah dalam ada di PU SDA. Tetap masih kurang," ujarnya.

Persoalan air bersih juga diperparah dengan berkurangnya sumber air alami. Budiar menyoroti hilangnya salah satu mata air di Kecamatan Donomulyo yang disebut terjadi secara tiba-tiba.

"Justru ada sumber mata air yang hilang, yaitu di Donomulyo. Ada sumber mata air yang tiba-tiba hilang. Maka dari itu, harapan saya Pak Camat dan Pak Kepala Desa bisa memberikan perawatan khusus terhadap sumber mata air," katanya.

Pemkab Malang mendorong upaya konservasi untuk menjaga keberadaan sumber air. Salah satunya dengan melakukan penanaman pohon di sekitar kawasan tangkapan air bersama DLH.

Di sisi lain, Budiar meminta kelebihan pasokan air dari jaringan SPAM yang telah dibangun dapat dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan produktif. Air tersebut, menurut dia, dapat digunakan untuk pertanian maupun budidaya ikan.

"Manakala air itu sudah mengalir, kelebihannya bisa dibuat untuk bercocok tanam, membuka sawah baru, kemudian budidaya ikan untuk memberikan asupan gizi. Karena kadang-kadang air sisa itu banyak yang terbuang," jelasnya.

Meski persoalan kekeringan masih menjadi perhatian, Budiar menyebut kondisi tahun ini relatif lebih terkendali dibandingkan tahun sebelumnya.

Pemkab Malang juga mendapat dukungan dari pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk membantu pemenuhan kebutuhan air bersih di sejumlah wilayah terdampak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....