Karhutla Bromo Meluas, Water Bombing Digencarkan
- 07 Agt 2026 22:33 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus meluas. Hingga Jumat (7/8/2026), luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 135 hektare dengan vegetasi yang terdampak meliputi cemara gunung, mentigen, akasia, dan semak belukar.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan titik api pertama kali terpantau di kawasan Bukit Jantur/Bantengan, kaldera Bromo, wilayah Kabupaten Probolinggo pada 3 Agustus 2026. Akibat pengaruh angin, api kemudian merambat hingga memasuki wilayah Kabupaten Malang pada 5 Agustus 2026.
Berdasarkan perkembangan terakhir, kebakaran kini meluas ke arah Bukit B29, tepatnya kawasan Pusung Ledok Bedor yang berada di wilayah administratif Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Probolinggo. Lokasi tersebut berjarak sekitar 1,5 kilometer dari kawasan Pusung Jantur.
Untuk mengendalikan kebakaran, tim gabungan melaksanakan operasi darat dan udara. Di darat, petugas membuat sekat bakar serta melakukan pembasahan pada sisa bara api yang masih dapat dijangkau menggunakan armada tangki air dari TNBTS, BPBD Provinsi Jawa Timur, dan BPBD Kabupaten Malang.

Sementara itu, operasi udara dilakukan melalui metode water bombing. Sebuah helikopter Bell 412 EP milik TNI AL menjatuhkan 800 liter air di kawasan Pusung Ledok Bedor. Selain itu, helikopter BNPB jenis AS35 melakukan empat kali penyiraman dengan total 4.000 liter air.
Secara keseluruhan, volume air yang dijatuhkan dalam operasi udara pada Jumat mencapai 4.800 liter.
Meski demikian, upaya pemadaman dari udara belum dapat dilakukan secara maksimal. Petugas masih menemukan titik panas yang mengeluarkan asap di kawasan Pusung Ledok Bedor.
"Water bombing tidak dapat dilanjutkan karena kondisi cuaca dan jarak pandang tidak memungkinkan," kata Sadono, Jumat (7/8/2026) malam.
BPBD mencatat kondisi cuaca di kawasan Bromo pada Jumat terpantau cerah dengan kecepatan angin sedang. Namun, faktor cuaca tetap menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan operasi udara.
Kabar baiknya, berdasarkan hasil pemantauan petugas, wilayah administratif Kabupaten Malang saat ini sudah tidak ditemukan titik api aktif. Meski demikian, kewaspadaan tetap ditingkatkan karena kebakaran masih berlangsung di kawasan perbatasan.
Selain operasi pemadaman, Gubernur Jawa Timur bersama Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Kepala Balai Besar TNBTS, dan unsur pemerintah daerah melakukan peninjauan langsung ke lokasi kebakaran di kawasan Savana Bromo.
Pihak TNBTS juga masih menerapkan sistem buka-tutup akses wisata Bromo melalui Pos Jemplang, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, untuk mendukung proses penanganan kebakaran dan menjaga keselamatan pengunjung.

BPBD Kabupaten Malang memastikan tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut. Operasi pemadaman akan dilanjutkan dengan mengoptimalkan dukungan tiga helikopter BNPB untuk mempercepat penanganan titik-titik api yang masih tersisa di kawasan Pusung Ledok Bedor.
Penanganan karhutla melibatkan BNPB, BPBD Jawa Timur, BPBD Kabupaten Malang, BPBD Kabupaten Probolinggo, TNBTS, TNI AU, TNI AL, TNI-Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan, serta berbagai unsur terkait lainnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....