Karhutla Bromo Meluas, 80 Hektare Lahan di Kabupaten Malang Terdampak

  • 07 Agt 2026 19:50 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus meluas hingga memasuki wilayah administratif Kabupaten Malang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat sekitar 80 hektare lahan terdampak kebakaran hingga Kamis (6/8/2026).

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan titik api awalnya terpantau di kawasan Bukit Jantur/Bantengan, kaldera Bromo, wilayah Kabupaten Probolinggo pada 3 Agustus 2026.

Akibat pengaruh arah angin, kobaran api kemudian merambat ke wilayah Kabupaten Malang pada 5 Agustus 2026 dan terus meluas hingga kawasan Bukit Po'o Mbah Jenggot.

"Berdasarkan pemantauan di lapangan, luas area yang terbakar di wilayah Kabupaten Malang diperkirakan mencapai sekitar 80 hektare," kata Sadono, Jumat (7/8/2026).

Vegetasi yang terbakar meliputi cemara gunung, mentigen, akasia, dan semak belukar. BPBD mencatat titik api berada di kawasan lereng yang sulit dijangkau oleh petugas pemadam darat sehingga menyulitkan proses penanganan.

Selain itu, area terdampak kebakaran di Bukit Jantur terus meluas dengan jarak sekitar 2,5 kilometer dari wilayah administratif Kabupaten Malang berdasarkan pengukuran melalui akses jalan darat.

Untuk mengendalikan kebakaran, tim gabungan melakukan operasi pemadaman darat dengan membuat sekat bakar serta penyemprotan menggunakan sejumlah armada tangki air dari TNBTS, BPBD Provinsi Jawa Timur, dan BPBD Kabupaten Malang.

Sebanyak 20 personel gabungan juga dikerahkan menggunakan jet shooter untuk menjangkau titik-titik api yang masih aktif. Upaya pemadaman diperkuat dengan teknologi drone water spray milik BPBD Provinsi Jawa Timur yang menyasar bara api di lereng kaldera Bromo dari kawasan Savana Bromo.

Sadono menjelaskan, cuaca cerah dengan kecepatan angin sedang ke arah barat daya masih menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemadaman. Selain medan yang sulit dijangkau, kendala utama yang dihadapi petugas adalah jauhnya sumber air dari lokasi kebakaran. Karena itu, BPBD mengusulkan penambahan armada truk tangki air guna mempercepat distribusi air ke lokasi pemadaman.

Hingga Kamis sore, kawasan wisata Gunung Bromo melalui Pos Jemplang, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, masih ditutup sementara oleh pihak TNBTS untuk mendukung proses penanganan kebakaran dan menjamin keselamatan wisatawan.

Operasi pemadaman melibatkan berbagai unsur, antara lain BNPB, BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Malang, BPBD Kabupaten Probolinggo, TNBTS, TNI-Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan, serta Paguyuban Jeep Wisata Gunung Bromo.

Pada operasi Kamis (6/8/2026), sebanyak 100 personel lebih diterjunkan ke lokasi, terdiri atas 25 personel BPBD Provinsi Jawa Timur, 7 personel BPBD Kabupaten Malang, 30 personel TNBTS, 10 personel TNI-Polri, 20 personel MPA, dan 8 personel Manggala Agni.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....