Dishub Malang Minta Kampus Atur Penjemputan Maba
- 10 Agt 2026 19:42 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang meminta perguruan tinggi ikut membantu mengatur arus lalu lintas saat kedatangan mahasiswa baru. Langkah ini dinilai penting untuk mengantisipasi kepadatan, terutama saat masa penjemputan mahasiswa baru.
Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra mengatakan, peningkatan aktivitas perguruan tinggi setiap tahun berpotensi menambah volume kendaraan di sejumlah ruas jalan. Karena itu, pihaknya telah berkomunikasi dengan sejumlah kampus untuk membangun kolaborasi dalam pengaturan lalu lintas.
“Kami memohon bantuan dengan pihak perguruan tinggi terkait pengaturan arus lalu lintas. Karena sesuai peraturan perundang-undangan tentang lalu lintas dan angkutan jalan, penyelenggara atau pemilik kegiatan juga turut bertanggung jawab terhadap kelancaran lalu lintas,” kata Widjaja, Senin 10 Agustus 2026.
Menurut dia, komunikasi awal telah dilakukan bersama Universitas Brawijaya (UB). Selanjutnya, Dishub juga menyosialisasikan hal tersebut kepada sejumlah perguruan tinggi lain yang memiliki jumlah mahasiswa besar, seperti Politeknik Negeri Malang (Polinema), Universitas Muhammadiyah Malang (UM), Universitas Negeri Malang (UM), dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Widjaja mengatakan, persoalan kepadatan tidak hanya terjadi saat mahasiswa datang. Arus kendaraan justru berpotensi semakin padat ketika mahasiswa baru dijemput, terutama jika kendaraan penjemput berhenti atau menunggu di badan jalan.
Karena itu, Dishub berharap kampus dapat menyediakan area di dalam lingkungan perguruan tinggi sebagai lokasi penjemputan. Dengan demikian, kendaraan tidak menumpuk di ruas jalan dan kepadatan di Jalan Veteran dapat ditekan.
“Terutama pada saat kepulangan mahasiswa baru, tingkat kepadatannya sangat tinggi. Kami berharap pihak akademisi turut membantu, misalnya sebagian penjemputan dimasukkan ke area dalam kampus, dengan harapan mengurangi tingkat kepadatan di Jalan Veteran,” ujarnya.
Jalan Veteran menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian karena aktivitas sejumlah perguruan tinggi berada berdekatan. Widjaja menyebut jumlah mahasiswa baru yang masuk ke Kota Malang juga cukup besar dan waktunya dapat berdekatan antarkampus.
Dishub juga meminta perguruan tinggi aktif memberikan informasi kepada mahasiswa maupun orang tua mengenai potensi kepadatan lalu lintas. Salah satunya melalui pemasangan spanduk atau banner pemberitahuan mengenai waktu dan lokasi yang berpotensi mengalami kemacetan.
Di sisi lain, Pemkot Malang membuka kemungkinan melakukan pembatasan atau imbauan agar mahasiswa baru tidak membawa kendaraan pribadi. Namun, kebijakan tersebut harus diikuti dengan penguatan transportasi publik di Kota Malang.
Widjaja mengatakan, pemerintah daerah saat ini menyiapkan sejumlah pilihan transportasi publik, mulai dari Trans Jatim, angkutan pelajar, hingga feeder. Kehadiran layanan tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif bagi mahasiswa sehingga ketergantungan terhadap kendaraan pribadi dapat dikurangi.
“Sehingga sangat dimungkinkan kita melakukan pengaturan-pengaturan, pembatasan-pembatasan, imbauan-imbauan untuk tidak menggunakan kendaraan pribadi,” kata Widjaja.
Menurut Widjaja, pengaturan lalu lintas saat masa penerimaan mahasiswa baru membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat. Dengan kerja sama tersebut, aktivitas akademik diharapkan tidak menimbulkan gangguan lalu lintas yang berkepanjangan di Kota Malang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....