UB Evaluasi Keamanan dan Perketat Akses Gedung Tinggi
- 12 Sep 2026 06:29 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Universitas Brawijaya (UB) akan mengevaluasi sistem keamanan gedung setelah insiden yang terjadi di lingkungan kampus beberapa waktu lalu. Evaluasi terutama diarahkan pada pengawasan dan akses menuju gedung-gedung bertingkat.
Sekretaris Universitas Brawijaya, Tri Wahyu Nugroho mengatakan, UB sebelumnya telah memiliki sistem keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di tingkat universitas maupun fakultas. Masing-masing unit juga telah memiliki personel yang bertugas melakukan pemeriksaan dan melaporkan kondisi keselamatan di lingkungan kerja.
“Kami sudah berusaha maksimal, sebelumnya kami sudah siapkan K3, K3 KL yang ada di universitas, bahkan semua fakultas sudah memiliki ahli K3. Masing-masing sudah melakukan pengecekan dan memberikan laporan,” katanya, Jumat (11/9/2026).
Meski berbagai langkah pencegahan telah dilakukan, Tri mengakui insiden jatuhnya mahasiswa Fakultas Kedokteran di lantai 6 gedung Fakultas Bio Industri Pertanian dan Kehutanan pada Kamis (10/9/2026) tersebut menjadi bahan evaluasi bagi UB untuk memperketat pengamanan.
Menurutnya, akses menuju gedung-gedung tinggi akan menjadi perhatian khusus. Pengaturan akses akan diperketat untuk memastikan keamanan lingkungan kampus sekaligus mencegah kejadian serupa.
“Tentu kami jadikan evaluasi bagi kami untuk lebih ketat lagi, khususnya untuk akses-akses gedung yang tinggi. Nanti akan lebih ketat untuk akses-akses gedung yang lebih tinggi,” ujarnya.
Tri menyampaikan keprihatinan atas kejadian tersebut. Ia menegaskan, UB akan menggunakan peristiwa tersebut sebagai momentum untuk mengevaluasi kembali berbagai aspek keselamatan di lingkungan kampus.
“Terjadi kemarin dan kami sangat menyesalkan, kami sangat prihatin atas kejadian yang terjadi,” pungkasnya.
Sekretaris Universitas Brawijaya, Tri Wahyu Nugroho mengatakan, UB sebelumnya telah memiliki sistem keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di tingkat universitas maupun fakultas. Masing-masing unit juga telah memiliki personel yang bertugas melakukan pemeriksaan dan melaporkan kondisi keselamatan di lingkungan kerja.
“Kami sudah berusaha maksimal, sebelumnya kami sudah siapkan K3, K3 KL yang ada di universitas, bahkan semua fakultas sudah memiliki ahli K3. Masing-masing sudah melakukan pengecekan dan memberikan laporan,” katanya, Jumat (11/9/2026).
Meski berbagai langkah pencegahan telah dilakukan, Tri mengakui insiden jatuhnya mahasiswa Fakultas Kedokteran di lantai 6 gedung Fakultas Bio Industri Pertanian dan Kehutanan pada Kamis (10/9/2026) tersebut menjadi bahan evaluasi bagi UB untuk memperketat pengamanan.
Menurutnya, akses menuju gedung-gedung tinggi akan menjadi perhatian khusus. Pengaturan akses akan diperketat untuk memastikan keamanan lingkungan kampus sekaligus mencegah kejadian serupa.
“Tentu kami jadikan evaluasi bagi kami untuk lebih ketat lagi, khususnya untuk akses-akses gedung yang tinggi. Nanti akan lebih ketat untuk akses-akses gedung yang lebih tinggi,” ujarnya.
Tri menyampaikan keprihatinan atas kejadian tersebut. Ia menegaskan, UB akan menggunakan peristiwa tersebut sebagai momentum untuk mengevaluasi kembali berbagai aspek keselamatan di lingkungan kampus.
“Terjadi kemarin dan kami sangat menyesalkan, kami sangat prihatin atas kejadian yang terjadi,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....