Pascaoperasi, Kondisi Mahasiswa UB Stabil dan Masih Dirawat Intensif

  • 12 Sep 2026 06:12 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Kondisi RR (19), mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) yang mengalami insiden di lingkungan kampus, dilaporkan stabil setelah menjalani operasi. RR saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang.

Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobikhin mengatakan, RR masih dalam pemantauan tim medis sehingga kondisi keseluruhannya belum dapat dipastikan.

“Pascaoperasi, kondisi korban stabil dan masih dirawat di ICU Kapuas RSSA. Kedua kakinya telah dipasang gips dan terdapat beberapa jahitan di sekitar wajah,” ujar Lukman.

Sebelumnya, petugas Polsek Lowokwaru mendatangi lokasi setelah menerima laporan masyarakat terkait seorang mahasiswa yang mengalami insiden di Gedung Sentral Fakultas Pertanian UB.

Saat ditemukan petugas, RR dalam kondisi tidak sadarkan diri. Polisi kemudian melakukan penanganan awal dan mengumpulkan informasi untuk mengetahui rangkaian kejadian tersebut.

RR diketahui merupakan mahasiswa Fakultas Kedokteran UB angkatan 2025.

Dalam proses penyelidikan, polisi juga mengumpulkan sejumlah barang bukti dan informasi, termasuk rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi.

Lukman mengatakan, polisi masih mendalami motif maupun latar belakang kejadian tersebut. Polisi juga belum dapat meminta keterangan langsung dari RR karena masih menjalani perawatan.

“Untuk motif dan latar belakangnya masih dalam penyelidikan. Kami menunggu kondisi korban memungkinkan untuk memberikan keterangan,” jelasnya.

Selain penanganan medis, Lukman menilai kondisi psikologis RR juga perlu mendapat perhatian setelah kondisi fisiknya memungkinkan. Pendampingan dan asesmen psikologis diperlukan untuk mengetahui kebutuhan korban selama proses pemulihan.

“Yang utama saat ini adalah keselamatan dan pemulihan korban. Setelah kondisinya memungkinkan, pendampingan serta asesmen terhadap kondisi psikologis juga penting dilakukan,” katanya.

Polresta Malang Kota masih berkoordinasi dengan pihak terkait dan menunggu perkembangan kondisi RR untuk melengkapi informasi mengenai peristiwa tersebut.

Lukman juga mengimbau keluarga dan masyarakat agar lebih peka terhadap perubahan kondisi emosional maupun perilaku orang-orang di lingkungan terdekat.

Menurutnya, komunikasi terbuka, kesediaan mendengarkan tanpa menghakimi, serta pendampingan dapat menjadi langkah awal ketika seseorang mengalami tekanan psikologis.

“Jika seseorang menunjukkan tekanan emosional atau perubahan perilaku, keluarga dan orang terdekat diharapkan segera memberikan pendampingan serta menghubungkannya dengan tenaga profesional untuk mendapatkan bantuan yang tepat,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....