PKKMB FISIP UNIRA Malang Diisi Aksi Tanam 1.000 Mangrove di Pantai Kondangmerak

  • 10 Sep 2026 17:35 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang menggelar kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 dengan konsep berbeda.

Melalui program FISIP ECO-ACTION 2026, mahasiswa baru diajak melakukan aksi konservasi lingkungan di Pantai Kondangmerak, Kabupaten Malang.

Kegiatan yang berlangsung pada 10 September 2026 tersebut merupakan kolaborasi antara FISIP UNIRA Malang, PS PRB-RisDe UNIRA Malang, dan Sahabat Alam Pantai Kondangmerak. Rangkaian kegiatan meliputi penanaman 1.000 bibit mangrove, pembersihan kawasan pantai (coastal clean up), edukasi lingkungan, serta penguatan keterlibatan masyarakat dalam pelestarian kawasan pesisir.

Dekan FISIP UNIRA Malang, Husnul Hakim Sy, MH, mengatakan PKKMB tidak hanya bertujuan memperkenalkan lingkungan kampus dan sistem akademik, tetapi juga membangun kepedulian mahasiswa terhadap persoalan sosial dan lingkungan sejak awal masa perkuliahan.

“Kami ingin mahasiswa baru sejak awal memahami bahwa menjadi mahasiswa bukan hanya soal datang ke kampus, mengikuti kuliah, kemudian memperoleh ijazah. Mahasiswa harus belajar membaca persoalan nyata di masyarakat dan memiliki keberanian untuk mengambil bagian dalam menyelesaikannya,” ujarnya, Kamis (10/9/2026).

Menurut Husnul, kegiatan di luar kampus memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual karena mahasiswa berhadapan langsung dengan realitas yang terjadi di masyarakat.

Ia menjelaskan, penanaman mangrove tidak sekadar menjadi kegiatan simbolis, tetapi juga sarana pembelajaran mengenai pentingnya menjaga ekosistem pesisir, mitigasi perubahan iklim, serta penguatan nilai gotong royong dan tanggung jawab sosial.

“Ketika mahasiswa berada di pantai dan menanam mangrove, mereka tidak sekadar menanam pohon. Mereka sedang belajar tentang lingkungan, perubahan iklim, tanggung jawab sosial, gotong royong, sekaligus memahami bahwa tindakan kecil hari ini dapat memberikan dampak jangka panjang,” katanya.

Husnul menambahkan, mangrove memiliki peran penting dalam melindungi kawasan pesisir dari abrasi sekaligus menyerap karbon yang berkontribusi terhadap pengurangan dampak perubahan iklim.

Sementara itu, Direktur PS PRB-RisDe UNIRA Malang, M. Imron, MAP, menilai keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan lingkungan sejak awal perkuliahan merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran terhadap risiko bencana dan isu lingkungan.

“Mahasiswa perlu memahami bahwa lingkungan dan kebencanaan memiliki keterkaitan erat dengan tata kelola pemerintahan dan kehidupan masyarakat. Edukasi tidak cukup hanya dilakukan di dalam kelas, tetapi harus bersentuhan langsung dengan realitas lapangan,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan oleh Andik dari Sahabat Alam Pantai Kondangmerak. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan konservasi dapat memperkuat upaya pelestarian kawasan pesisir sekaligus menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap lingkungan.

“Kami berharap mahasiswa yang datang hari ini tidak hanya menanam mangrove, tetapi membawa pulang kepedulian terhadap lingkungan dan menularkannya kepada masyarakat,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, FISIP UNIRA Malang ingin menanamkan nilai bahwa pendidikan tinggi tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga membentuk generasi yang memiliki kepedulian sosial, kesadaran lingkungan, serta kemampuan menciptakan dampak positif bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....