Kebakaran Gunung Buthak dan Kawinajang Meluas, Area Terbakar Capai 500 Hektare
- 14 Sep 2026 15:17 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Kebakaran hutan di kawasan Gunung Buthak dan Gunung Kawinajang, Jawa Timur, hingga Senin, 14 September 2026, belum berhasil dipadamkan. Luas area yang terbakar diperkirakan telah mencapai lebih dari 500 hektare.
Administratur Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Malang, Kelik Djatmiko, mengatakan kebakaran kembali muncul sejak Sabtu (12/9) sekitar pukul 09.00 hingga 10.00 WIB. Api masih terlihat di sejumlah kawasan Gunung Buthak dan Kawinajang.
“Sejak Sabtu pagi kurang lebih jam 10 an, 9 an memang api menyala lagi untuk wilayah Gunung Buthak maupun Gunung Kawinajang dan sampai saat ini api belum bisa dipadamkan,” kata Kelik saat diwawancarai dalam program Halo RRI, Senin (14/9/2026).
Menurut Kelik, kondisi angin menjadi salah satu faktor utama yang membuat kebakaran semakin meluas. Tiupan angin yang cukup kencang menyebabkan api bergerak mengikuti arah angin, sementara kondisi medan pegunungan menyulitkan upaya pemadaman dari darat.
“Angin memang lumayan bertiup kencang. Faktor angin ini yang utamanya menjadi penyebab kebakaran semakin melebar,” ujarnya.
Kelik menjelaskan, api di kawasan Gunung Buthak bergerak ke arah Gunung Kawi atau Kraton. Sementara kebakaran di kawasan Gunung Kawinajang bergerak ke arah timur-selatan-barat dan mengarah ke perbatasan Kabupaten Blitar.
“Untuk yang Gunung Buthak itu mengarah ke Gunung Kawi atau Kraton. Gunung Bunder juga sudah terbakar. Kemudian yang dari Gunung Kawinajang itu mengarah ke timur selatan barat atau mengarah ke perbatasan Kabupaten Blitar,” jelasnya.
Meski api meluas, Kelik memastikan lokasi kebakaran hingga Senin pagi masih berada jauh dari permukiman warga. Kondisi tersebut membuat penanganan lebih difokuskan pada pengendalian api di kawasan hutan.
“Masih jauh, masih jauh dari permukiman warga,” tegas Kelik.
Untuk memantau sekaligus mengendalikan kebakaran, unsur gabungan juga telah diterjunkan ke lapangan. Kelik menyebut sekitar 15 personel melakukan operasi darat, sementara sekitar 45 personel dari Selorejo turut terlibat. Tim dari wilayah Pucung Kidul dan Pesanggrahan juga melakukan pemantauan perkembangan api.
Pada Senin pagi, apel kesiapsiagaan dipimpin langsung Kapolres Batu. Tim kemudian menuju lokasi yang memungkinkan untuk memantau perkembangan kebakaran sekaligus mengoordinasikan penanganan.
Kelik menambahkan, operasi darat tidak dapat dilakukan secara masif karena karakter medan yang sulit dan berisiko bagi keselamatan personel.
“Medannya sulit sehingga upaya-upaya melalui operasi darat tidak memungkinkan dilakukan karena medan yang sulit dan membahayakan bagi tim pemadaman kebakaran,” katanya.
Sementara itu, pemadaman dari udara menggunakan metode water bombing mulai dilakukan Senin sekitar pukul 07.30 WIB. Satu helikopter dari BPBD Jawa Timur dikerahkan untuk membantu pemadaman.
Kelik berharap dukungan masyarakat turut diberikan dengan mencegah munculnya titik api baru, terutama di kawasan yang memiliki potensi kebakaran hutan.
“Kami berharap kepada masyarakat ada kepedulian terhadap potensi-potensi munculnya kebakaran hutan, sehingga tidak muncul titik-titik api baru di tempat yang lain,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....