Sebanyak 17.335 Mahasiswa Baru UB Ikuti PKKMB, Arus Lalu Lintas Berpotensi Padat

  • 07 Agt 2026 19:43 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Sebanyak sekitar 17.335 mahasiswa baru Universitas Brawijaya (UB) akan mengikuti rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 mulai 10 hingga 15 Agustus 2026. Aktivitas ribuan mahasiswa tersebut berpotensi meningkatkan kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas jalan sekitar kampus.

Direktur Direktorat Kemahasiswaan Universitas Brawijaya Dr. Sujarwo mengatakan, rangkaian PKKMB tingkat universitas berlangsung pada 10-12 Agustus, kemudian dilanjutkan kegiatan di tingkat fakultas pada 13-15 Agustus 2026.

Dalam program Halo RRI, Jumat, 7 Agustus 2026, Sujarwo menjelaskan, hari pertama menjadi perhatian utama karena seluruh mahasiswa baru akan mengikuti pembukaan secara bersamaan.

“Opening ceremony ini diikuti semuanya mungkin sampai sekitar 9.30 dulu,” ujar Sujarwo.

Setelah pembukaan, sekitar 6.000 mahasiswa akan tetap berada di tiga lokasi kegiatan di lingkungan UB. Sementara sekitar 11.000 mahasiswa lainnya diperkirakan meninggalkan kawasan kampus sehingga pergerakan massa cukup besar terjadi pada hari pertama.

Untuk mengurai kepadatan, UB menyiapkan tiga akses masuk yang telah dibagi berdasarkan klaster mahasiswa, yakni kawasan Veteran, DI Panjaitan atau Betek, serta Soekarno-Hatta. Pembagian tersebut dilakukan agar arus mahasiswa tidak terkonsentrasi pada satu pintu.

Open gate berlangsung mulai pukul 05.00 hingga 06.00 WIB. Sementara kegiatan dijadwalkan berakhir sekitar pukul 15.30 WIB. Setelah itu, proses mobilisasi keluar kampus diperkirakan masih berlangsung hingga sekitar pukul 16.00-17.00 WIB.

Sujarwo menyebut, pada rentang waktu tersebut terdapat potensi limpahan sekitar 5.000 mahasiswa ke ruas jalan di sekitar kampus.

“Biasanya jam 16 sampai jam 17 WIB itu di jalan memang penuh, sekitar ada luberan dari UB sekitar 5.000,” katanya.

Untuk mengantisipasi kepadatan, UB telah berkoordinasi dengan kepolisian, TNI, serta unsur terkait lainnya. Rekayasa arus keluar mahasiswa juga dilakukan secara bergiliran dari tiga lokasi kegiatan dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas di lapangan.

Menurut Sujarwo, skenario tersebut bersifat dinamis. Jika terjadi penumpukan, panitia bersama petugas keamanan dan kepolisian akan menerapkan alternatif pengaturan untuk mengurangi konsentrasi massa.

“Kita akan melihat load dari kondisi di lapangan sangat-sangat dinamis. Apabila terjadi penumpukan yang terlalu berlebihan, panitia mahasiswa dan panitia keamanan serta kepolisian menyiapkan alternatif plan A dan plan B,” jelasnya.

Sujarwo mengimbau mahasiswa baru untuk meningkatkan kesadaran dan ketertiban selama proses mobilisasi. Menurutnya, kelancaran arus tidak hanya bergantung pada rekayasa teknis, tetapi juga kedisiplinan mahasiswa dalam mengikuti pembagian klaster dan arahan petugas.

Ia menambahkan, potensi kepadatan lalu lintas merupakan konsekuensi dari besarnya jumlah mahasiswa baru yang mengikuti kegiatan secara bersamaan. Namun, kondisi tersebut telah diantisipasi melalui koordinasi lintas pihak agar tidak menimbulkan gangguan yang lebih luas terhadap aktivitas masyarakat.

Rangkaian PKKMB UB 2026 dijadwalkan berlangsung hingga 15 Agustus 2026, dengan kegiatan tingkat universitas pada 10-12 Agustus dan dilanjutkan kegiatan di masing-masing fakultas pada 13-15 Agustus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....