Susun Modul Perilaku Anak, KKN UMM Wariskan untuk Guru di Sukolilo
- 21 Agt 2026 01:45 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Untuk mengenali persoalan anak dan menentukan bentuk pendampingan yang lebih tepat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak 186 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyusun modul panduan dan instrumen survei perilaku yang dapat dimanfaatkan guru. Modul cetak berjudul “Sinergi Guru dan Orang Tua dalam Mengembangkan Perilaku Positif Anak Usia 4–10 Tahun”. Modul berisi materi perkembangan anak serta strategi yang dapat digunakan guru maupun orang tua ketika menghadapi berbagai perilaku anak.
Program tersebut merupakan bagian dari “Sekolah Damai” yang dilaksanakan di enam sekolah Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, yakni: TK Dharma Wanita, RA Bahrul Ulum, RA Mamba'ul Ulum, TK Shirottul Jannah, RA Miftahul Ulum, dan RA An-Nashr
Selain modul, guru juga mendapatkan lembar survei perilaku anak yang diisi berdasarkan pengamatan terhadap perilaku anak selama enam bulan terakhir. Instrumen tersebut diharapkan membantu guru mengidentifikasi masalah yang dihadapi anak secara lebih terarah.
Salah seorang mahasiswa yang menjadi pemateri kegiatan, Muhammad Athiansyah Zaki Fadillah, mengatakan hasil pengamatan terhadap anak perlu menjadi dasar dalam menentukan pendekatan pendampingan. Menurutnya, keberagaman karakter dan potensi anak membuat guru perlu menghindari pendekatan yang seragam.
“Potensi mereka sangat beragam, ada yang menonjol di bidang akademik, ada pula yang lebih berkembang di bidang olahraga, sains, maupun kesenian,” jelas Athiansyah, Kamis, 20 Agustus 2026.
Dalam sesi pendampingan, mahasiswa tidak hanya menjelaskan isi modul, tetapi juga mengajak guru mempraktikkan strategi penanganan perilaku anak. Guru dan orang tua dapat mendiskusikan kasus spesifik yang mereka temui di sekolah maupun di rumah.
Kepala TK Dharma Wanita, Ida Apriyanti, mengapresiasi model pendampingan yang dilengkapi contoh konkret. Menurutnya, pendekatan tersebut membuat materi lebih mudah diterapkan dalam kegiatan belajar sehari-hari.
“Adanya pendampingan, video, dan contoh nyata membuat materi yang disampaikan lebih mudah dipahami dan diterapkan,” katanya.
Rangkaian program telah menjangkau sekitar 180 wali murid. Sementara empat sekolah mendapat pendampingan langsung, RA Miftahul Ulum yang baru mengikuti seminar pada 13 Agustus menerima modul panduan untuk digunakan sebagai referensi.
Dosen Pembimbing Lapangan KKN Berdampak 186, Drs. Ir. Moh. Jufri, S.T., M.T., mengatakan KKN tidak sekadar menghadirkan kegiatan selama mahasiswa berada di desa, tetapi harus meninggalkan gagasan, model, dan gerakan yang berkelanjutan serta dapat diteruskan masyarakat setelah mahasiswa kembali ke kampus.
"Keberhasilan KKN tidak berhenti ketika mahasiswa meninggalkan lokasi pengabdian. Harus gagasan, model, dan gerakan yang berkelanjutan ," terang Jufri.
Karena itu, Tim KKN Berdampak 186 meminta agar modul dan instrumen survei tersebut dapat terus digunakan meskipun program KKN berakhir. Dengan demikian, guru dan orang tua di Desa Sukolilo memiliki acuan untuk membangun komunikasi dan pendampingan yang lebih konsisten dalam mendukung perkembangan emosional serta perilaku positif anak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....