Ratusan Mahasiswa Fakultas Kedokteran UB Pengabdian Masyarakat di Pakisaji
- 25 Jul 2026 17:39 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Sebanyak hampir 700 mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) secara resmi diterjunkan dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat (Penmas) tahun 2026 yang dipusatkan di Desa Permanu dan Desa Karangpandan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang.
Selama tiga hari pelaksanaan, mulai Sabtu hingga Senin, 25 sampai 27 Juli 2026, para mahasiswa menginap langsung di rumah-rumah warga lokal guna mempererat hubungan emosional serta mempermudah jalannya intervensi kesehatan di tengah masyarakat.
Dekan FK UB, Prof. Dr. dr. Wisnu Barlianto, M.Si.Med., Sp.A(K), menegaskan bahwa Penmas tahun ini merupakan bentuk komitmen fakultas dalam menghadirkan program yang berkesinambungan dan berbasis pemetaan masalah yang presisi.
Kegiatan ini dirancang sebagai kelanjutan dari pengumpulan data kesehatan warga yang telah diinisiasi pada tahun sebelumnya, sehingga masalah yang teridentifikasi dapat segera ditindaklanjuti secara terarah.
"Ini kan ada kegiatan praktik kerja nyata mahasiswa, ya. Dan kita sudah memulai tahun lalu dengan pengumpulan data kesehatan dan sebagainya. Dan memang di sini menjadi salah satu target kita, karena memang ada beberapa masalah kesehatan, ya, yang memang menjadi concern kita, ya. Dan, ini melanjutkan apa yang sudah dilakukan tahun lalu, ya. Sehingga tahun lalu sudah teridentifikasi beberapa hal permasalahan yang nanti mungkin akan ditindaklanjuti pada kegiatan hari ini. Sehingga nanti kegiatannya akan terus berkelanjutan," ujar Prof. Wisnu Barlianto.
Mengenai keterlibatan mahasiswa baru tingkat awal dalam program lapangan ini, Dekan FK UB menjelaskan bahwa keberadaan mereka difokuskan untuk mengasah kepekaan sosial serta keterampilan berinteraksi dengan warga, sementara kerangka program kesehatan secara teknis telah disiapkan penuh oleh pihak fakultas.
"Ya, jadi maba memang kalau secara keilmuan kan masih belum. Masih semester dua, ya. Tapi setidak-tidaknya mereka belajar untuk berinteraksi dengan masyarakat, melihat permasalahan di masyarakat. Sedangkan konsep dan sebagainya sudah kita siapkan dari Fakultas Kedokteran. Jadi, melanjutkan kegiatan yang lalu, ada program yang harus dilakukan, nah mereka nanti menjadi pelaksananya," lanjut Prof. Wisnu Barlianto.
Senada dengan hal tersebut, perwakilan panitia Penmas FK UB, Muhammad Sabik Sami, mengungkapkan bahwa penentuan lokasi di Desa Permanu didasarkan pada olah data kesehatan yang berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Malang. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa wilayah ini membutuhkan perhatian khusus dalam pelayanan serta edukasi kesehatan dasar.
"Setelah kami olah datanya, Desa Permanu menjadi salah satu wilayah di Kabupaten Malang yang memang sangat membutuhkan pelayanan dan edukasi kesehatan. Oleh karena itu, wilayah ini kami pilih dan menjadi rujukan pelaksanaan Penmas," kata Sabik.
Sabik menambahkan bahwa target utama dari rangkaian kegiatan ini bukan sekadar pemenuhan program kerja tahunan, melainkan bentuk pengabdian masyarakat yang berkelanjutan. Penmas dirancang sebagai pintu pembuka bagi mahasiswa tingkat atas untuk meneruskan intervensi kesehatan di wilayah tersebut secara berkala.
Sepanjang tiga hari pelaksanaan, beragam aksi kesehatan dan sosial dijalankan secara serentak. Pada hari pertama, usai pembukaan resmi oleh pihak Dekanat FK UB serta Pemerintah Desa Permanu dan Karangpandan, mahasiswa disebar untuk memberikan edukasi spesifik.
Mahasiswa Program Studi Kebidanan memberikan pembekalan kesehatan Ibu dan Anak kepada kader desa, mahasiswa Prodi Farmasi melatih warga penderita hipertensi membuat lilin aromaterapi relaksasi, sementara mahasiswa Prodi Kedokteran mengedukasi murid sekolah dasar mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat serta pencegahan bullying. Kegiatan hari pertama ditutup dengan Kajian Akbar bersama warga di Masjid Nur Hidayah.
Memasuki hari kedua, pusat kegiatan bergeser pada pemberian layanan medis gratis di GOR Sinduwonso dan SDN 01 Permanu yang melibatkan tim dokter, apoteker, dan bidan untuk pemeriksaan tekanan darah, konsultasi kesehatan, serta pembagian obat. Bagi warga yang memiliki keterbatasan fisik, tim medis dan mahasiswa menggelar aksi pemeriksaan langsung ke rumah-rumah warga atau program Petis.
Suasana keakraban kemudian dihangatkan lewat pertunjukan seni budaya dari Sanggar Tari Desa Permanu dan persembahan mahasiswa pada malam hari, sebelum seluruh rangkaian Penmas secara resmi ditutup bersama tokoh masyarakat setempat pada hari ketiga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....