FK UB Pastikan Tak Ada Masalah Akademik Mahasiswa
- 12 Sep 2026 17:08 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) memastikan tidak menemukan persoalan akademik maupun kemahasiswaan yang mengarah pada tekanan terhadap mahasiswa yang sebelumnya mengalami musibah di lingkungan Fakultas Bio Industri, Pertanian dan Kehutanan UB.
Ketua Program Studi Sarjana Kedokteran FK UB, dr. Hafid M.Biomed., Sp.An. mengatakan, penelusuran yang dilakukan institusi difokuskan pada aspek pendidikan dan kemahasiswaan. Klarifikasi juga dilakukan terkait informasi yang mengaitkan kejadian tersebut dengan kegiatan pengenalan lingkungan kampus.
“Informasi mengenai adanya tekanan atau persoalan kelulusan dalam kegiatan tersebut tidak benar,” ujar Hafid, Sabtu (12/11/2026).
Ia menjelaskan, mahasiswa yang bersangkutan memang pernah tercatat tidak mengikuti salah satu kegiatan PKKMB pada tahun sebelumnya. Namun, ketidakhadiran tersebut telah diganti dan mahasiswa yang bersangkutan dinyatakan lulus. Karena itu, tidak ada persoalan kelulusan yang berlanjut maupun kaitan antara kegiatan tersebut dengan kejadian yang dialami mahasiswa.
“Dari sisi institusi, akademik, dan kemahasiswaan insyaallah semua clear, tidak ada masalah,” ujarnya.
FK UB juga telah menelusuri rekam akademik mahasiswa tersebut, mulai dari prestasi, kehadiran, hingga perjalanan studinya. Hasilnya, tidak ditemukan indikasi kesulitan akademik maupun tekanan dalam proses perkuliahan.
Hafid menyebut mahasiswa tersebut memiliki catatan akademik yang baik dengan IPK sekitar 3,8. Kehadiran dan prestasinya selama menjalani perkuliahan juga dinilai baik.
“Bukan anak yang kesulitan dalam pendidikan. Kami optimis dan yakin bahwa dalam hal akademik, pendidikan maupun kemahasiswaan yang bersangkutan tidak ada masalah,” katanya.
Sementara terkait alasan mahasiswa tersebut berada di lingkungan Fakultas Pertanian saat kejadian, FK UB mengaku belum memperoleh informasi resmi mengenai motif maupun penyebabnya.
Hafid mengatakan, pihak kepolisian telah mengetahui kejadian tersebut dan melakukan pengumpulan informasi. Namun, hingga kini FK UB belum menerima hasil resmi penyelidikan terkait motif maupun penyebab kejadian.
Menurutnya, informasi mengenai aspek tersebut sepenuhnya menunggu hasil penyelidikan kepolisian.
Di sisi lain, FK UB tetap melakukan koordinasi dengan pihak rumah sakit dan keluarga untuk memantau kondisi mahasiswa yang saat ini masih menjalani perawatan intensif di ICU setelah sebelumnya menjalani serangkaian tindakan operasi.
Hafid juga meminta masyarakat dan sivitas akademika tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama narasi yang dapat merugikan mahasiswa, keluarga, maupun institusi.
“Kami berupaya memberikan informasi sebatas kewenangan institusi, sekaligus tetap menjaga privasi mahasiswa dan keluarganya,” tandasnya.
Ketua Program Studi Sarjana Kedokteran FK UB, dr. Hafid M.Biomed., Sp.An. mengatakan, penelusuran yang dilakukan institusi difokuskan pada aspek pendidikan dan kemahasiswaan. Klarifikasi juga dilakukan terkait informasi yang mengaitkan kejadian tersebut dengan kegiatan pengenalan lingkungan kampus.
“Informasi mengenai adanya tekanan atau persoalan kelulusan dalam kegiatan tersebut tidak benar,” ujar Hafid, Sabtu (12/11/2026).
Ia menjelaskan, mahasiswa yang bersangkutan memang pernah tercatat tidak mengikuti salah satu kegiatan PKKMB pada tahun sebelumnya. Namun, ketidakhadiran tersebut telah diganti dan mahasiswa yang bersangkutan dinyatakan lulus. Karena itu, tidak ada persoalan kelulusan yang berlanjut maupun kaitan antara kegiatan tersebut dengan kejadian yang dialami mahasiswa.
“Dari sisi institusi, akademik, dan kemahasiswaan insyaallah semua clear, tidak ada masalah,” ujarnya.
FK UB juga telah menelusuri rekam akademik mahasiswa tersebut, mulai dari prestasi, kehadiran, hingga perjalanan studinya. Hasilnya, tidak ditemukan indikasi kesulitan akademik maupun tekanan dalam proses perkuliahan.
Hafid menyebut mahasiswa tersebut memiliki catatan akademik yang baik dengan IPK sekitar 3,8. Kehadiran dan prestasinya selama menjalani perkuliahan juga dinilai baik.
“Bukan anak yang kesulitan dalam pendidikan. Kami optimis dan yakin bahwa dalam hal akademik, pendidikan maupun kemahasiswaan yang bersangkutan tidak ada masalah,” katanya.
Sementara terkait alasan mahasiswa tersebut berada di lingkungan Fakultas Pertanian saat kejadian, FK UB mengaku belum memperoleh informasi resmi mengenai motif maupun penyebabnya.
Hafid mengatakan, pihak kepolisian telah mengetahui kejadian tersebut dan melakukan pengumpulan informasi. Namun, hingga kini FK UB belum menerima hasil resmi penyelidikan terkait motif maupun penyebab kejadian.
Menurutnya, informasi mengenai aspek tersebut sepenuhnya menunggu hasil penyelidikan kepolisian.
Di sisi lain, FK UB tetap melakukan koordinasi dengan pihak rumah sakit dan keluarga untuk memantau kondisi mahasiswa yang saat ini masih menjalani perawatan intensif di ICU setelah sebelumnya menjalani serangkaian tindakan operasi.
Hafid juga meminta masyarakat dan sivitas akademika tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama narasi yang dapat merugikan mahasiswa, keluarga, maupun institusi.
“Kami berupaya memberikan informasi sebatas kewenangan institusi, sekaligus tetap menjaga privasi mahasiswa dan keluarganya,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....