BPBD Kabupaten Probolinggo Siapkan Langkah Antisipasi Musim Kemarau

  • 25 Apr 2026 12:32 WIB
  •  Malang

RRI. CO. ID, Probolinggo – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo menyiapkan sejumlah langkah antisipasi menghadapi musim kemarau tahun 2026, terutama untuk mengurangi risiko bencana kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarif mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai persiapan, mulai dari kesiapan armada tangki air hingga penguatan koordinasi dengan instansi terkait.

Menurutnya, puncak musim kemarau di Kabupaten Probolinggo diperkirakan terjadi pada Juli, Agustus hingga September 2026. Karena itu, kesiapsiagaan harus dilakukan sejak dini agar penanganan dapat berjalan cepat dan tepat.

“Dalam menghadapi musim kemarau ini yang diperkirakan puncaknya terjadi pada Juli, Agustus hingga September, kami fokus menghadapi ancaman bencana kekeringan dan kebakaran hutan lahan. Yang pertama tentunya mempersiapkan lima truk tangki dan alat lainnya,” ujar Oemar, Sabtu (25/4/2026).

Ia menegaskan, apabila sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat, tim BPBD siap turun langsung ke lapangan untuk melakukan langkah-langkah penanganan yang diperlukan.

Selain itu, BPBD juga meningkatkan koordinasi dengan pihak pemadam kebakaran yang memiliki sejumlah pos strategis di beberapa wilayah, seperti Tongas, Dringu, Kraksaan, Paiton dan Condong.

Menurut Oemar, keberadaan pos-pos damkar tersebut sangat membantu dalam langkah awal penanganan jika terjadi kebakaran hutan maupun lahan.

“Kami juga meningkatkan koordinasi dengan pihak pemadam kebakaran karena pos-posnya cukup banyak, sehingga bisa mewakili langkah awal jika terjadi kebakaran hutan,” katanya.

Untuk penanganan kekeringan, BPBD beberapa waktu lalu juga telah melakukan distribusi air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekurangan pasokan air akibat terputusnya saluran distribusi.

Namun saat ini, kondisi tersebut telah berhasil ditangani dan masyarakat pelanggan PDAM kembali dapat memanfaatkan air bersih secara normal.

“Alhamdulillah semuanya sudah selesai dan masyarakat konsumen PDAM sudah bisa kembali memanfaatkan air bersih,” tambahnya.

Meski memasuki musim kemarau, BPBD tetap mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi basah seperti hujan deras dan angin puting beliung, mengingat saat ini masih berada pada masa pancaroba yang memungkinkan cuaca ekstrem terjadi sewaktu-waktu.

BPBD Kabupaten Probolinggo memastikan seluruh personel tetap siaga selama 24 jam untuk memantau kondisi di lapangan dan merespons cepat jika terjadi bencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....