Tinggal Dua Titik Api di Bromo, Menko PMK Sebut Jadi Perhatian Khusus Presiden
- 11 Agt 2026 15:22 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Probolinggo - Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menunjukkan perkembangan positif. Dari semula 34 titik api, kini tersisa dua titik yang masih dalam proses pemadaman oleh tim gabungan.
Perkembangan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno saat meninjau langsung lokasi penanganan karhutla di kawasan Bromo, Selasa (11/8/2026).
Pratikno mengatakan, dua titik api yang masih aktif berada di wilayah Desa Wonokitri, Kabupaten Pasuruan. Meski jumlahnya telah berkurang signifikan, upaya pemadaman terus dilakukan untuk mencegah kebakaran kembali meluas.
“Memang masih ada dua titik api yang harus segera dipadamkan. Sebelumnya sudah mencapai 34 titik, sekarang tinggal dua titik api yang masih bisa kita lihat di belakang,” kata Pratikno.
Menurut dia, penanganan karhutla di kawasan Gunung Bromo mendapat perhatian langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah pusat meminta seluruh unsur yang terlibat bekerja secara optimal agar kebakaran dapat segera dikendalikan.
“Bapak Presiden Prabowo Subianto juga sudah menyampaikan perhatian yang sangat serius terhadap karhutla Gunung Bromo ini. Oleh karena itu, semuanya bekerja keras, target waktu pemadaman api ini secepat-cepatnya,” ujarnya.
Pratikno menjelaskan, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dan instansi terkait telah menyusun strategi penanganan yang dinilai paling efektif untuk mempercepat pemadaman. Dukungan personel maupun peralatan akan tetap dipertahankan hingga kondisi benar-benar aman.
“Kita sudah bahas strateginya seperti apa, cara apa yang paling efektif dan efisien. Dari dukungan pusat tetap dipertahankan di sini, serta peran dari daerah juga,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam operasi penanganan karhutla, termasuk unsur TNI, Polri, petugas TNBTS, BPBD, relawan, dan masyarakat sekitar.
“Terima kasih untuk Danrem yang sudah bekerja keras luar biasa. Dukungan masyarakat juga penting,” tuturnya.
Selain fokus pada pemadaman dua titik api yang tersisa, pemerintah mulai memperkuat langkah pencegahan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru. Langkah tersebut dinilai penting mengingat kawasan Bromo masih berada dalam kondisi rawan kebakaran.
“Jadi hari ini selain memadamkan sisa titik api yang tinggal dua itu, kita juga harus berusaha untuk mencegah munculnya titik api yang baru,” tegas Pratikno.
Pemerintah berharap sinergi seluruh pihak dapat mempercepat penuntasan penanganan karhutla di kawasan TNBTS sekaligus menjaga kelestarian ekosistem Gunung Bromo yang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....