Transaksi Digital Jadi Penopang Ekonomi Malang
- 11 Agt 2026 20:29 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Pertumbuhan ekonomi di wilayah Malang Raya, Probolinggo Raya, dan Pasuruan Raya pada triwulan I 2026 menjadi sinyal positif bagi perekonomian Jawa Timur. Bank Indonesia Malang mencatat pertumbuhan ekonomi di tujuh kabupaten/kota kawasan tersebut berada di atas pertumbuhan Jawa Timur dan nasional.
Kepala Perwakilan BI Malang Indra Kuspriyadi mengatakan, pertumbuhan tersebut ditopang aktivitas ekonomi masyarakat dan pelaku usaha yang terus bergerak.
"Pertumbuhan ekonomi ini menjadi salah satu kabar baik yang harus kita jaga agar momentum ini bisa kita manfaatkan sebaik-baiknya," kata Indra dalam kegiatan Pekan QRIS Nasional (PQN) di Arcade Cafe Malang, Selasa 11 Agustus 2026.
Selain pertumbuhan ekonomi, Indra menyebut inflasi di kawasan Malang, Probolinggo, dan Pasuruan juga terkendali. Kondisi tersebut dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat.
Pertumbuhan kredit perbankan juga masih berlangsung meski belum terlalu tinggi. Menurut Indra, kondisi itu dapat menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi ke depan apabila dimanfaatkan secara optimal.
Di sisi lain, penggunaan transaksi nontunai mencatat pertumbuhan yang lebih tinggi. Indra menyebut pertumbuhan transaksi nontunai di kawasan Malang, Probolinggo, dan Pasuruan telah mencapai lebih dari 100 persen.
| Baca juga: QRIS Kini Bisa Dipakai di Enam Negara |
"Pertumbuhan penggunaan transaksi non tunai kita juga melejit di atas 100 persen," ujarnya.
Menurut Indra, peningkatan transaksi digital menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat semakin didukung sistem pembayaran yang cepat dan mudah. Momentum tersebut, kata dia, perlu dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
BI Malang pun terus mendorong penggunaan QRIS sebagai salah satu kanal pembayaran digital. Pengembangan QRIS kini tidak hanya mencakup transaksi domestik, tetapi juga transaksi lintas negara atau QRIS Cross Border.
Indra mengatakan QRIS dapat digunakan di sejumlah negara seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, China, dan Korea Selatan. BI juga mengembangkan QRIS Tap yang memungkinkan transaksi dilakukan tanpa memindai kode QR.
Ia berharap pelaku usaha dan masyarakat semakin memanfaatkan digitalisasi pembayaran, dengan tetap memperhatikan keamanan dan tanggung jawab dalam setiap transaksi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....