Insentif HOK Petani Tebu di Putukrejo Malang Akhirnya Sebagian Disalurkan

  • 11 Apr 2026 14:54 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Insentif Hari orang kerja (HOK) petani tebu program bongkar ratoon di Kalipare Kabupaten Malang, akhirnya sebagian disalurkan usai keluhan mencuat.

Petani tebu Desa Putukrejo, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, Sumadi Ali Wahyono, mengatakan penyaluran dana HOK dilakukan setelah adanya sorotan terkait bantuan bongkar ratoon yang sebelumnya dinilai tidak merata.

Ia menjelaskan, bantuan sebesar Rp4 juta per petani mulai diberikan oleh ketua kelompok tani kepada sejumlah penerima.

“Bantuan mulai diberikan setelah ada pembahasan. Petani akhirnya menerima haknya,” ujarnya, Sabtu (11/4/2026).

Sumadi mengungkapkan, penyaluran dilakukan dengan melibatkan petani yang sebelumnya telah menerima bantuan bibit tebu. Namun, ia meminta agar proses administrasi dilengkapi, termasuk pencantuman tanggal penyerahan sesuai waktu realisasi.

“Awalnya tidak ada tanggal, lalu kami minta dicantumkan tanggal penyerahan agar jelas,” katanya.

Sebab, bantuan yang dikeluhkan tidak merata adalah bantuan untuk program bongkar ratoon tahun 2025.

Menurutnya, sedikitnya tiga petani telah menerima pelunasan bantuan HOK pada Sabtu 11 April 2026, yakni Zainal Arifin, Matkari, dan Supriyanto.

Ketiganya sebelumnya hanya menerima sebagian dana sekitar Rp500 ribu, kemudian dilengkapi hingga Rp4 juta.

Sementara itu, Sumadi mengaku bantuan untuk dirinya masih dalam proses dan dijanjikan akan disalurkan menyusul. Ia juga menyebut, penyaluran dilakukan langsung oleh ketua kelompok tani kepada petani penerima.

Data yang dihimpun RRI, Kelompok Tani Rojo Koyo menaungi sekitar 32 petani dengan luas lahan sekitar 15 hektare dan total 600 HOK dalam program tersebut.

Sumadi berharap penyaluran bantuan dapat dilakukan secara menyeluruh dan transparan kepada seluruh petani penerima.

“Harapannya, semua petani mendapatkan haknya dan kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Rojo Koyo, Agus Tulis Byanto, mengatakan bantuan telah disalurkan secara bertahap kepada seluruh anggota.

“Penyaluran sudah selesai, dilakukan bertahap karena proses administrasi,” katanya.

Meski demikian, informasi di lapangan menyebutkan masih ada petani yang menunggu kepastian penyaluran bantuan secara penuh.

Disinggung soal bantuan HOK yang didistribusikan hari ini untuk program bongkar ratoon 2025 atau 2026, Agus Tulis mengaku lupa.

"Wah lupa saya, yang penting selesai pak, mohon maaf Pak saya bingung pak, hari ini selesai, hari ini sudah selesai semua, yang penting sudah selesai sudah selesai," pungkasnya.

Untuk diketahui, bongkar ratoon yang dikeluhkan petani tebu di Desa Putukrejo Kecamatan Kalipare itu adalah program bongkar ratoon tahun 2025. Pada tahun 2026 ini program bongkar ratoon terus digulirkan untuk mendukung swasembada gula nasional.

Data sementara yang berhasil dihimpun RRI, di wilayah Kecamatan Kalipare saja ada 165 hektare lahan dan 494 KTP petani tebu yang menerima bantuan program bongkar ratoon tahun 2025 melalui 20 kelompok tani di 8 desa, satu di antaranya kelompok tani Rojo Koyo desa Putukrejo.

Total insentif HOK yang diterima masing masing kelompok tani berbeda, tergantung luasan areal tebu. Satu hektar lahan petani menerima bantuan benih tebu 60.000 mata tunas setara dengan 7-8 ton, selain itu petani juga mendapat insentif HOK atau bantuan dana pengolahan Rp.4 juta/hektarenya.

Baca Juga: https://rri.co.id/malang/regional/2321446/petani-tebu-kalipare-malang-keluhkan-dana-bantuan-bongkar-ratoon-tak-merata

Baca Juga: https://rri.co.id/malang/regional/2322010/realisasi-bongkar-ratoon-2025-di-kabupaten-malang-capai-1763-hektare

Baca Juga: https://rri.co.id/malang/regional/2324484/briefing-ppl-bongkar-ratoon-di-kabupaten-malang-disebut-sesuai-prosedur

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....