Ratusan Pelajar SMA/SMK Negeri Swasta se-Pasuruan Raya Diterima PTN Jalur Prestasi
- 08 Apr 2026 09:41 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Pasuruan - Ratusan pelajar SMA/SMK Negeri/Swasta se-Pasuruan Raya berhasil masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dalam Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 dari jalur SNBP (Seleksi Nasional Berdasar Prestasi).
Dari catatan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Pasuruan, total ada 774 pelajar yang dinyatakan lolos masuk PTN jalur prestasi. Dengan rincian sebanyak 332 pelajar jenjang SMA Negeri, 125 pelajar SMA Swasta, 264 pelajar SMK Negeri, 29 pelajar SMK Swasta dan 24 pelajar melalui jalur golden ticket.
Untuk jenjang SMA Negeri, jumlah siswa terbanyak berasal dari SMA Negeri 2 Pasuruan dengan 59 pelajar. Sedangkan dari SMA Swasta didominasi pelajar SMA Maarif NU Pandaan dengan 29 anak. Untuk SMK Negeri paling banyak dari SMK Negeri Pasuruan dengan 57 anak, untuk jenjang SMK Swasta dari SMK Arrahma Mandiri Indonesia. Sedangkan jalur golden ticket terbanyak diraih para pelajar SMAN 3 Pasuruan dan SMAS Al Yasini Kraton dengan masing-masing 5 siswa.
Diketahui, SNPMB 2026 diselenggarakan melalui tiga jalur utama. Yakni SNBP (prestasi), SNBT (tes UTBK), dan Mandiri.
Untuk SNBP 2026 diumumkan pada 31 Maret 2026, sementara pendaftaran UTBK-SNBT dimulai 25 Maret - 7 April 2026, dengan ujian (UTBK) dilaksanakan pada 21-30 April 2026.
Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Wilayah Pasuruan, Erwan Tjahjono mengatakan, jumlah siswa Pasuruan yang diterima cukup banyak, bahkan termasuk tertinggi di Jawa Timur.
Hanya saja, ia menegaskan bahwa capaian ini bukan sekadar angka, tetapi menunjukkan konsistensi kualitas akademik dan strategi pembinaan siswa yang terstruktur.
"Komitmen menjaga kualitas atau mutu pendidikan oleh para guru, ditambah keseriusan siswa dalam belajar serta support orang tua untuk memaksimalkan pendidikan putra-putrinya, ini yang terus dijaga," kata Erwan saat ditemui di ruangannya, Rabu (8/4/2026).
Berdasarkan data nasional menunjukkan bahwa sebagian besar pelajar masih belum berhasil menembus SNBP. Artinya, akses ke PTN tetap menjadi tantangan besar, terutama bagi siswa dengan keterbatasan sumber daya.
Namun demikian, keberhasilan ratusan siswa di Pasuruan ini menurut Erwan menjadi indikator bahwa dengan pendampingan yang tepat, distribusi akses pendidikan tinggi bisa semakin merata.
"Pendampingan yang sangat tepat menjadikan dropping akses pendidikan tinggi jadi kian rata," ujarnya.
Lebih lanjut Erwan menegaskan bahwasanya tak hanya SMA negeri, sekolah swasta dan kejuruan juga menunjukkan performa signifikan dalam mengantarkan pelajar menuju PTN yang diidam-idamkan.
" SNBP 2026 tidak hanya tentang siapa yang lolos, tetapi juga tentang bagaimana sekolah, siswa, dan sistem pendidikan beradaptasi menghadapi kompetisi yang kian kompleks," harapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....