Kebun Ketahanan Pangan SMAN 1 Dampit Malang Jadi Laboratorium dan Praktik Belajar
- 12 Jun 2026 17:30 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - SMA Negeri 1 Dampit, Kabupaten Malang mengimplementasikan program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) dalam pembelajaran siswa.
Juara 3 SIKAP Pemprov Jatim ini memilih fokus pada pemanfaatan kebun pangan produktif sebagai laboratorium hidup lintas mata pelajaran demi mencetak generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan.
Langkah ini diambil untuk mengubah paradigma belajar operasional menjadi pengalaman aplikatif yang langsung menyentuh kebutuhan siswa sehari-hari.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat (Waka Humas) SMAN 1 Dampit, Dra. Riatin, menjelaskan bahwa seluruh area hijau yang kini dipenuhi ratusan jenis tanaman hortikultura dan sistem polyculture tersebut telah diintegrasikan secara penuh ke dalam kurikulum pembelajaran, contohnya pada mata pelajaran Biologi dan Bahasa Indonesia.
Menurutnya, siswa tidak lagi sekadar menghafal teori di dalam ruang kelas, melainkan bersentuhan langsung dengan objek kajian sains dan komunikasi modern.
"Pada mata pelajaran Biologi, anak-anak didik kami ajak mengamati langsung ekosistem mikro, menganalisis unsur hara tanah, hingga mempelajari siklus nutrisi antara kolam ikan lele dan tanaman organik," ujar Riatin kepada RRI Malang, Jumat (12/6/2026).
Sementara dalam pelajaran Bahasa Indonesia, kebun ini dijadikan ruang kreatif untuk mengasah kemampuan komunikasi digital mereka, seperti menyusun teks, menulis scriptwriting untuk video edukasi, hingga praktik public speaking.
Pola pembelajaran kontekstual ini sengaja dirancang untuk memberikan bekal keterampilan hidup (life skills) yang nyata bagi para siswa setelah mereka lulus dan menanggalkan seragam putih abu-abu.
Pihak sekolah menyadari bahwa tantangan yang akan dihadapi oleh generasi Z di masa depan tidak lagi cukup dijawab hanya dengan nilai akademik di atas kertas, melainkan membutuhkan kombinasi antara kesadaran lingkungan dan kemampuan berwirausaha.
Riatin menegaskan bahwa keterlibatan siswa dari proses hulu hingga hilir, mulai dari perawatan tanaman, pengemasan produk, hingga pemasaran hasil panen, secara otomatis menumbuhkan jiwa entrepreneurship.
"Sedikit bekal ketahanan pangan dan kecakapan dari kebun ketahanan pangan ini diharapkan mampu membentuk alumni yang mandiri, adaptif, serta memiliki daya saing tinggi, baik bagi mereka yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi maupun yang langsung terjun ke dunia kerja dan masyarakat," tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....