BMKG Juanda Peringatkan Cuaca Ekstrem Jatim 1-10 Maret
- 05 Mar 2026 10:35 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - BMKG Juanda mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Jawa Timur periode 1 hingga 10 Maret 2026 akibat sejumlah gangguan atmosfer yang berpotensi memicu hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang dan gelombang tinggi.
Ketua Tim Kerja Meteorologi BMKG Juanda, Andrie Wijaya, menjelaskan hampir seluruh 38 kabupaten/kota di Jawa Timur berpotensi terdampak.
“Ada beberapa gangguan atmosfer yang bisa mengakibatkan hujan sedang hingga lebat disertai angin cukup kencang,” ujarnya dalam Dialog Malang Menyapa edisi Kamis 5 Maret 2026.
Ia menyebut tiga faktor utama yang mempengaruhi, yakni gelombang ekuatorial, fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) pada fase maritim kontinen, serta bibit tekanan rendah atau low pressure di selatan Jawa.
“Yang paling mempengaruhi wilayah Jatim adalah bibit 90S yang berdampak hingga Jabar, Jateng, Jogja, dan Bali,” ungkapnya.
Dampak sistem tersebut juga memicu gelombang tinggi di perairan selatan Jawa Timur.
“Gelombang laut tinggi berkisar 4 hingga 6 meter di Samudera Hindia selatan Jatim, sehingga perlu diwaspadai nelayan,” ucapnya.
Untuk wilayah Malang Raya, intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir tercatat kategori sedang.
“Rata-rata berkisar 18 hingga 30 mm per jam, sedangkan kecepatan angin antara 22 hingga 30 knot,” jelas Andrie.
Namun di Surabaya, kecepatan angin sempat mencapai lebih dari 45 knot atau hampir 80 kilometer per jam yang masuk kategori berbahaya.
“Itu sudah berbahaya untuk skala horizontal dan vertikal,” tegasnya.
Andrie menambahkan, wilayah dataran tinggi seperti Malang dan Poncokusumo berpotensi mengalami angin kencang hingga puting beliung akibat faktor topografi.
“Puting beliung bersifat mendadak dan berlangsung cepat, jadi perlu kewaspadaan,” katanya.
BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada karena Jawa Timur masih berada pada musim hujan meski puncaknya telah terlewati pada Februari.
“Kami menghimbau masyarakat menghindari daerah rawan longsor, banjir, dan pohon tumbang serta mewaspadai potensi cuaca ekstrem terutama siang hingga malam hari,” ujarnya.
Andrie juga meminta pemerintah daerah memperhatikan sistem drainase, saluran air, dan resapan agar mampu menampung curah hujan tinggi.
“Untuk masyarakat agar terus memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG karena sistem early warning selalu kami perbarui,” pungkasnya. (Meuthia)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....