Keberkahan Ramadan Milik Semua Pelaku Usaha

  • 24 Feb 2026 20:12 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Ramadan dimaknai sebagai momentum yang penuh keberkahan oleh Ibu Ervina Yuli Koenata, WKU 8 IWAPI DPC Kota Malang.

Sebagai pengurus IWAPI DPC Kota Malang sekaligus pelaku usaha kuliner non MSG dan gluten free, ia melihat bulan suci bukan hanya sebagai ruang ibadah personal, tetapi juga kesempatan memperkuat tanggung jawab sosial dan profesional.

"Keberkahan itu milik semua, tinggal bagaimana kita memanfaatkan waktu untuk tetap produktif dan menghasilkan omzet yang halal,” ungkapnya, Selasa (24/2/2026).

Baginya, Ramadan justru menjadi waktu terbaik untuk memperkuat manajemen usaha, mempererat relasi pelanggan, serta menanamkan nilai ketulusan dalam bekerja.

Di bidang usaha yang ia jalankan, seluruh produk dipastikan non MSG dan gluten free sebagai bentuk komitmen terhadap kesehatan konsumen. Ervina menilai kualitas dan integritas adalah kunci keberlanjutan bisnis, terlebih di bulan Ramadan ketika permintaan pasar meningkat.

“Ramadan bukan alasan untuk menurunkan standar. Justru di bulan ini kita diuji menjaga kualitas sekaligus menjaga hati,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa konsistensi pada prinsip usaha yang sehat adalah bagian dari ibadah dan bentuk kepemimpinan yang bertanggung jawab.

Menurutnya, keberadaan organisasi bukan sekadar wadah jejaring bisnis, tetapi juga sarana berbagi manfaat bagi masyarakat luas.

“Kami ingin kehadiran IWAPI benar-benar dirasakan. Salah satunya melalui bakti sosial ke panti, karena keberkahan Ramadan akan terasa lengkap saat kita berbagi,” ungkapnya.

Ia memandang kepemimpinan perempuan dalam organisasi dan bisnis harus berjalan seiring dengan empati dan kepedulian sosial.

Terkait stamina selama berpuasa, Ibu Ervina mengakui banyak orang merasa energi menurun. Namun sebagai pengusaha, tanggung jawab tetap harus dijalankan. Strateginya sederhana namun konsisten: menjaga niat dan menjalani hari dengan semangat.

“Kalau niatnya lurus, insyaallah badan ikut kuat. Saya tetap masak dengan enjoy, tidak tergoda untuk mencicipi,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya disiplin diri, pengaturan waktu istirahat, serta menjaga pikiran tetap positif agar fisik dan mental tetap prima hingga akhir Ramadan.

“Yang utama adalah menjaga niat dan semangat, karena dari situlah energi itu muncul,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....