BI Malang Akui BI Pintar Sempat Sulit Diakses
- 25 Feb 2026 11:48 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Aplikasi penukaran uang baru milik Bank Indonesia, BI Pintar, dikeluhkan masyarakat karena sulit diakses saat pendaftaran penukaran uang baru menjelang Ramadan 2026. Tingginya antusiasme warga membuat akses website sempat lambat bahkan sulit masuk pada hari pertama pembukaan kuota, Senin (24/2/2026).
Keluhan muncul karena masyarakat harus “war” atau berebut kuota secara bersamaan agar bisa mendapatkan jadwal penukaran uang baru. Sejumlah warga juga meminta agar kuota ditambah dan sistem aplikasi diperbaiki agar lebih mudah diakses.
| Baca juga: Ramadan Dongkrak Penjualan Sembako |
Menanggapi hal tersebut, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang Dedy Prasetyo, mengakui terjadi lonjakan akses secara bersamaan. Namun, ia memastikan sistem tahun ini sudah jauh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
“Sebenarnya tahun ini sudah ada perbaikan lebih baik, salah satunya dengan penambahan fitur antrian. Tapi dengan animo yang sangat besar dan aksesnya bersamaan, tentu tidak semuanya bisa cepat masuk,” ujar Dedy, Rabu, 25 Februari 2026.
Ia menegaskan, website BI Pintar tidak sampai down seperti tahun lalu. Menurutnya, masyarakat masih bisa masuk ke laman resmi meski membutuhkan waktu lebih lama karena tingginya traffic.
“Kalau masuk ke website masih bisa, tidak seperti tahun lalu yang sampai down,” katanya.
Bank Indonesia membuka layanan penukaran uang baru secara online melalui aplikasi BI Pintar untuk mengatur distribusi uang layak edar secara tertib dan menghindari antrean panjang di lokasi penukaran.
Masyarakat diimbau mengakses website di luar jam sibuk dan memastikan koneksi internet stabil saat pendaftaran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....