Mendengarkan Jadi Langkah Awal Dukung Teman yang Sedang Berjuang

  • 02 Sep 2026 10:26 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Ketika seseorang mulai menunjukkan perubahan perilaku atau terlihat sedang menghadapi persoalan, respons orang-orang di sekitarnya menjadi hal penting. Alih-alih langsung memberikan nasihat atau menghakimi, mendengarkan dengan penuh perhatian dinilai dapat menjadi langkah awal untuk membangun ruang yang aman.

Founder sekaligus Ketua Indonesia Sehat Jiwa, Sofia Ambarini S.Kom., MM, mengatakan masyarakat perlu membangun empati terhadap orang-orang di sekitarnya, terutama ketika melihat perubahan perilaku yang tidak biasa.

Hal tersebut disampaikan Sofia dalam program Jaga Malam Mental Health Pro 2 RRI Malang, Selasa (1/9/2026).

Menurut Sofia, perhatian tidak harus dilakukan dengan mengorek terlalu jauh persoalan pribadi seseorang. Masyarakat dapat memulainya dengan pertanyaan sederhana yang menunjukkan kepedulian.

Ia membedakan antara memberikan perhatian dengan rasa ingin tahu yang berlebihan. Menurutnya, seseorang tidak perlu langsung menanyakan seluruh persoalan yang sedang dihadapi temannya.

“Bukan kepo. Beda kalau kepo itu kamu ngapain aja sih. Tapi ini mungkin kalau melihat temannya tidak memiliki behavior seperti biasanya, kasih perhatian,” jelas Sofia.

Indonesia Sehat Jiwa sendiri memiliki prinsip “Let's talk, we listen, we don't judge.” Prinsip tersebut menekankan pentingnya mendengarkan seseorang tanpa buru-buru memberikan penilaian. Sofia menjelaskan, mendengarkan tidak sama dengan sekadar mendengar. Ketika seseorang benar-benar mendengarkan, mereka memberikan ruang bagi lawan bicara untuk menyampaikan apa yang dirasakan tanpa langsung memotong atau memberikan penilaian.

Menurutnya, respons seperti “seharusnya kamu begini” atau “seharusnya kamu begitu” belum tentu menjadi hal yang dibutuhkan seseorang ketika sedang bercerita.

“Just listen, you just listen and you don't judge. Just be there for them. Itu sudah enough,” ujar Sofia.

Ia menilai kehadiran orang lain dapat memberikan rasa bahwa seseorang tidak menghadapi persoalannya sendirian. Karena itu, kepedulian dari lingkungan terdekat menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kesehatan mental.

Pendekatan tersebut juga menjadi salah satu bagian dari gerakan Indonesia Sehat Jiwa. Menurut Sofia, masyarakat tidak harus menjadi tenaga profesional untuk dapat memberikan dukungan kepada orang lain.

Namun, ketika persoalan membutuhkan penanganan lebih lanjut, masyarakat perlu membantu menghubungkan orang tersebut dengan tenaga profesional yang sesuai.

Konsep inilah yang kemudian dikembangkan Indonesia Sehat Jiwa melalui peer support. Para pendamping sebaya mendapatkan pelatihan dan berada dalam arahan tenaga profesional sehingga dukungan yang diberikan tetap memiliki batas dan jalur yang tepat.

Sofia berharap semakin banyak masyarakat yang berani membangun kebiasaan untuk saling memperhatikan. Menurutnya, kepedulian terhadap kesehatan mental tidak selalu dimulai dari tindakan besar, tetapi dapat tumbuh dari kebiasaan sederhana untuk hadir dan mendengarkan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....