Mengenal Kanker Paru-Paru, Kenali Faktor Risiko dan Gejalanya

  • 09 Agt 2026 11:16 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Kanker paru-paru merupakan penyakit yang terjadi ketika sel-sel di dalam paru-paru tumbuh secara tidak terkendali hingga membentuk tumor. Jika tidak ditangani dengan tepat, sel kanker dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) melalui akun Instagram resminya menyampaikan edukasi ini, serta mengajak masyarakat untuk mengenali faktor risiko, gejala, serta menerapkan kebiasaan hidup sehat sebagai langkah pencegahan.

Secara umum, kanker paru-paru lebih banyak dikaitkan dengan paparan asap rokok. Namun, penyakit ini tidak hanya dapat dialami oleh perokok. Orang yang tidak merokok tetapi sering terpapar asap rokok juga memiliki risiko terkena kanker paru-paru. Kemenkes juga menyebut paparan polusi maupun zat berbahaya serta faktor keturunan sebagai hal yang perlu diperhatikan.

Dalam unggahannya, Kemenkes RI mencantumkan sejumlah kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami kanker paru-paru, di antaranya orang berusia 40 tahun ke atas, perokok, serta mereka yang sering terpapar asap rokok.

Risiko juga dapat meningkat pada orang yang terpapar polusi atau zat berbahaya dan mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan kanker paru-paru.

Kemenkes menegaskan bahwa seseorang yang tidak merokok tetap dapat terkena kanker paru-paru. Karena itu, mengenali faktor risiko dan menjaga kesehatan paru-paru menjadi langkah penting.

Kanker paru-paru dapat menimbulkan sejumlah gejala yang perlu diperhatikan. Berdasarkan edukasi Kemenkes RI, gejala tersebut meliputi batuk yang tidak kunjung sembuh, batuk berdarah, sesak napas, nyeri dada, suara serak, leher bengkak, munculnya benjolan pada leher, serta berat badan yang turun tanpa sebab.

Gejala kanker paru-paru pada tahap awal juga dapat tidak terlalu terlihat. Oleh sebab itu, masyarakat yang memiliki faktor risiko maupun mengalami gejala yang menetap dianjurkan untuk memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan agar mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.

Kemenkes RI turut mengingatkan masyarakat untuk menerapkan kebiasaan hidup sehat sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan paru-paru. Langkah tersebut antara lain tidak merokok, menghindari paparan asap rokok, menerapkan pola hidup sehat, mengenali gejala, serta melakukan pemeriksaan apabila memiliki faktor risiko.

Menghindari rokok menjadi salah satu langkah penting karena merokok merupakan faktor risiko utama kanker paru-paru. Bahkan, berhenti merokok dapat menurunkan risiko kanker paru-paru, termasuk pada orang yang sebelumnya telah merokok selama bertahun-tahun.

Melalui pengenalan faktor risiko dan gejala sejak dini, masyarakat diharapkan lebih peduli terhadap kesehatan paru-paru. Terutama bagi kelompok yang memiliki faktor risiko, kewaspadaan dan pemeriksaan medis ketika muncul gejala dapat membantu mendeteksi penyakit lebih awal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....