YJI: Demam Rematik Bisa Sembuh jika Ditangani Dini
- 07 Jun 2026 12:22 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Batu - Demam rematik pada anak dapat disembuhkan apabila dikenali dan ditangani dengan tepat sejak awal. Namun, keterlambatan diagnosis dan pengobatan sering menjadi penyebab penyakit berkembang hingga merusak katup jantung secara permanen.
Pengurus Yayasan Jantung Indonesia, Hanik Didik Gatot Subroto, mengatakan demam rematik yang ditangani dengan baik oleh tenaga medis memiliki peluang besar untuk sembuh. Karena itu, deteksi dini menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi yang lebih berat.
“Sebenarnya, kalau demam rematik ditangani dengan benar, bisa sembuh. Tetapi yang seringkali terjadi adalah tidak dikenali, tidak terdeteksi, dan tidak terobati,” ujar Hanik, Sabtu (6/6/2026).
Menurutnya, penyakit tersebut memiliki kecenderungan untuk berulang secara alami apabila tidak ditangani secara optimal. Kondisi itu dapat menyebabkan kerusakan katup jantung yang semakin parah seiring waktu.
Hanik menjelaskan banyak pasien baru datang ke fasilitas kesehatan ketika telah memasuki usia remaja atau dewasa muda dengan kondisi katup jantung yang rusak berat. Akibatnya, aktivitas sehari-hari penderita dapat terganggu dan membutuhkan penanganan medis yang lebih kompleks.
“Kalau berulang, lama-lama akan merusak katup. Saat datang pada usia 20 hingga 30 tahun, katupnya sudah rusak berat dan pasien tidak bisa beraktivitas dengan baik,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa penyakit jantung rematik dipengaruhi oleh berbagai faktor, sehingga tidak hanya berkaitan dengan pola makan. Faktor lingkungan, kondisi sosial ekonomi, serta akses terhadap layanan kesehatan turut berperan dalam munculnya penyakit tersebut.
Selain itu, faktor genetik juga menjadi salah satu penyebab yang perlu diperhatikan. Hanik menegaskan penyakit jantung rematik merupakan masalah multifaktor yang membutuhkan upaya pencegahan dan deteksi dini secara berkelanjutan.
“Memang ada faktor genetik, ada faktor dari individu itu sendiri, termasuk faktor lingkungan dan sosial ekonomi. Ini menjadi pekerjaan besar, tetapi harus dimulai dari langkah kecil agar kasus berat bisa dicegah,” tegasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....