5 Cara Orang Tua jadi Tempat Aman bagi Remaja untuk Bercerita

  • 14 Agt 2026 21:31 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Menghadapi remaja yang sedang mengalami persoalan psikologis membutuhkan pendekatan yang tepat. Orang tua tidak hanya dituntut mengenali perubahan perilaku anak, tetapi juga menciptakan lingkungan yang membuat remaja merasa aman untuk bercerita.

Dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Malang, Dr. Dyah Widodo, S.Kp., M.Kes dan Rossyana Septyasih, S.Kp., M.Pd dalam Dialog Interaktif Pro 2 RRI Malang, Rabu (12/8/2026), membahas pentingnya dukungan keluarga dalam menghadapi persoalan psikologis pada remaja.

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan orang tua.

Pertama, dengarkan tanpa langsung menghakimi.

Ketika remaja mulai bercerita, orang tua sebaiknya memberikan kesempatan kepada anak untuk menyampaikan apa yang dirasakan. Hindari langsung menyalahkan, membandingkan dengan anak lain, atau menganggap masalah yang dihadapi sebagai sesuatu yang sepele.

Kedua, perhatikan perubahan perilaku.

Orang tua perlu mencermati perubahan yang berlangsung terus-menerus, seperti anak semakin sering menyendiri, kehilangan minat terhadap aktivitas yang disukai, mengalami perubahan pola tidur dan makan, hingga penurunan prestasi di sekolah.

Ketiga, bangun komunikasi yang nyaman.

Komunikasi tidak harus selalu dilakukan dalam situasi formal. Orang tua dapat memanfaatkan momen sederhana, seperti makan bersama atau bepergian, untuk membuka percakapan dengan anak.

Keempat, jangan terburu-buru memberikan solusi.

Terkadang remaja membutuhkan seseorang yang mau mendengarkan sebelum mendapatkan nasihat. Orang tua dapat terlebih dahulu memahami apa yang menjadi sumber masalah, kemudian bersama-sama mencari solusi yang sesuai.

Kelima, jangan ragu mencari bantuan profesional.

Jika masalah psikologis mulai mengganggu aktivitas sekolah, hubungan sosial, kehidupan keluarga, maupun aktivitas sehari-hari, orang tua dapat mencari bantuan dari tenaga profesional seperti psikolog, psikiater, puskesmas, atau rumah sakit.

Kondisi yang berkaitan dengan keinginan menyakiti diri atau bunuh diri juga perlu dianggap serius. Remaja tidak sebaiknya dibiarkan sendirian dan perlu segera mendapatkan bantuan profesional.

Pada akhirnya, menjadi tempat aman bagi remaja bukan berarti orang tua harus mampu menyelesaikan semua masalah anak. Yang terpenting adalah membuat remaja merasa didengar, diterima, dan tidak menghadapi persoalannya seorang diri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....