Cuci Hidung Anak Aman, Asalkan Dilakukan dengan Tepat

  • 31 Agt 2026 13:46 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang- Cuci hidung pada anak aman dilakukan untuk membantu mengatasi hidung tersumbat, selama dilakukan dengan cara yang tepat dan sesuai petunjuk dokter. Tindakan yang secara medis disebut irigasi nasal ini dapat membantu membersihkan lendir dan kotoran yang menumpuk di dalam hidung. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menjelaskan, hidung tersumbat cukup sering dialami anak ketika terserang pilek atau selesma. Kondisi tersebut dapat membuat anak kesulitan bernapas, tidur terganggu, hingga menjadi lebih sulit makan dan minum.

Dilansir dari laman resmi IDAI, cuci hidung awalnya banyak direkomendasikan oleh dokter anak maupun dokter Telinga Hidung Tenggorok (THT) bagi pasien yang mengalami berbagai masalah hidung. Di antaranya selesma, rinosinusitis akut, rinitis alergi, hingga rinosinusitis kronik. Caranya adalah dengan mengalirkan cairan salin yang steril ke salah satu lubang hidung menggunakan alat semprot khusus atau alat suntik. Cairan kemudian akan keluar melalui lubang hidung lainnya sambil membawa lendir dan kotoran yang menyumbat hidung.

Tindakan ini bukan sekadar membuat hidung terasa lebih bersih. Cairan salin dapat membantu mengencerkan dan mengeluarkan lendir yang menempel di dalam rongga hidung. Proses tersebut juga membantu membuang zat-zat yang berperan dalam munculnya peradangan maupun reaksi alergi. Dengan demikian, keluhan seperti hidung tersumbat, pilek, bersin, atau rasa tidak nyaman pada hidung dapat berkurang. Kelembapan rongga hidung juga dapat lebih terjaga sehingga kondisi hidung menjadi lebih nyaman.

Dokter dr. Dimas Dwi Saputro, Sp.A dalam laman resmi IDAI tersebut, menjelaskan bahwa secara umum cuci hidung merupakan tindakan yang aman dan memiliki efek samping minimal. Meski demikian, bukan berarti tindakan ini boleh dilakukan sembarangan. Beberapa efek yang dapat muncul antara lain iritasi hidung, rasa tidak nyaman di dalam hidung, nyeri telinga, hingga cairan yang berkumpul di rongga sinus. Karena itu, orang tua perlu mengetahui teknik yang benar, terutama jika akan melakukan cuci hidung pada bayi dan anak kecil.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah memperhatikan kebersihan cairan dan peralatan yang digunakan. Cairan pencuci harus bersih dan steril, sementara alat cuci hidung juga perlu dijaga kebersihannya agar tidak menjadi sumber kontaminasi kuman. Setelah digunakan, peralatan perlu dicuci menggunakan air dan sabun serta diganti secara berkala sesuai petunjuk penggunaannya. Temperatur cairan juga perlu diperhatikan agar tidak terlalu dingin maupun terlalu panas sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman pada anak.

Oleh karena itu, orang tua diimbau agar tidak hanya mengikuti cara cuci hidung yang dilihat dari video di media sosial. Meskipun terlihat mudah, teknik dan alat yang digunakan perlu disesuaikan dengan usia serta kondisi anak. Konsultasi dengan dokter penting dilakukan agar orang tua mendapatkan petunjuk yang benar. Dengan memperhatikan kebersihan tangan, cairan, peralatan, serta teknik penggunaannya, cuci hidung dapat menjadi salah satu cara yang membantu anak bernapas lebih lega ketika mengalami hidung tersumbat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....