Dinkes Kota Malang Siagakan Fasilitas Kesehatan Antisipasi Hantavirus

  • 18 Mei 2026 13:46 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang meningkatkan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan untuk mengantisipasi potensi penyebaran Hantavirus. Langkah tersebut dilakukan menyusul meningkatnya perhatian publik terhadap penyakit zoonosis yang ditularkan melalui tikus itu.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr. Husnul Muarif, mengatakan pihaknya telah menyebarkan Surat Edaran dari Kementerian Kesehatan kepada seluruh fasilitas kesehatan di Kota Malang.

“Kami sudah memberikan informasi dasar tentang Hantavirus melalui puskesmas, rumah sakit, klinik, hingga dokter praktik mandiri. Semua kami sertakan dalam Surat Edaran Kementerian Kesehatan terkait kesiapsiagaan hantavirus,” kata dr. Husnul, Senin, 18 Mei 2026.

Ia menjelaskan, Dinkes Kota Malang telah menyiapkan 16 puskesmas, 29 rumah sakit, dan 58 klinik yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan sebagai fasilitas layanan kesehatan yang siap menerima masyarakat apabila mengalami gejala yang mengarah pada Hantavirus.

Selain itu, RSUD Kota Malang juga disiapkan sebagai rumah sakit rujukan awal sebelum pasien dirujuk ke RSUD dr. Saiful Anwar Malang sebagai rumah sakit rujukan utama.

“Kami berharap tidak ada kasus, tetapi apabila ada, maka seluruh fasilitas kesehatan sudah siap seperti saat penanganan Covid-19,” ujarnya.

Menurut dr. Husnul, hingga saat ini belum ada laporan kasus suspek Hantavirus di Kota Malang. Namun, pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur terkait perkembangan kasus di daerah lain.

“Informasi terkait kasus di Jawa Timur masih belum ada rilis resmi, sehingga kami belum bisa memastikan apakah sudah terkonfirmasi atau masih dugaan,” katanya.

Ia menyebut gejala hantavirus mirip dengan beberapa penyakit lain seperti demam berdarah atau infeksi saluran pernapasan. Gejala yang perlu diwaspadai antara lain demam, nyeri otot dan sendi, batuk, mual, tubuh lemas, hingga gangguan pernapasan.

Dinkes Kota Malang juga menyiapkan prosedur penanganan apabila ditemukan kasus, termasuk kemungkinan pengaktifan kembali ruang isolasi bertekanan negatif dan penggunaan ventilator seperti pada masa pandemi Covid-19.

“Pengalaman penanganan Covid-19 menjadi pelajaran penting untuk kesiapsiagaan menghadapi penyakit menular seperti Hantavirus,” imbuhnya.

dr. Husnul mengimbau masyarakat tetap waspada tanpa panik. Ia meminta warga menjaga kebersihan lingkungan dan menggunakan alat pelindung diri saat membersihkan area yang berpotensi menjadi sarang tikus.

“Masyarakat yang kerja bakti membersihkan gorong-gorong atau selokan sebaiknya memakai sepatu pelindung dan masker. Virus bisa masuk melalui luka maupun udara yang terkontaminasi,” pesannya.

Ia juga mengingatkan masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada Hantavirus.

Untuk pemeriksaan laboratorium, sampel pasien akan dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya untuk tes PCR. Jika terindikasi positif, sampel selanjutnya dikirim ke laboratorium pusat di Jakarta untuk konfirmasi lebih lanjut.

Sementara itu bagi masyarakat dengan penyakit penyerta atau komorbid perlu lebih waspada karena memiliki risiko gejala lebih berat apabila terinfeksi hantavirus.

“Protokol kesehatan seperti memakai masker dan mencuci tangan yang dulu diterapkan saat Covid-19 sebenarnya tetap baik dijadikan gaya hidup untuk mencegah penyakit menular,” tegas Husnul.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....