Bediding Picu Gangguan Pernapasan, Dinkes Kota Batu Imbau Warga Waspada

  • 19 Jun 2026 11:56 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Fenomena bediding atau suhu udara dingin yang terjadi selama musim kemarau di Kota Batu berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama penyakit yang berkaitan dengan sistem pernapasan dan alergi.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Penanganan Bencana Dinas Kesehatan Kota Batu, Dokter Icang Sarrazin, 19 Juni 2026.

Menurutnya, suhu udara yang mencapai 16 hingga 18 derajat Celsius dapat memicu kambuhnya sejumlah penyakit pada kelompok rentan.

"Yang perlu diwaspadai karena situasi dingin ini terutama faktor alergi. Contohnya batuk pilek atau influenza, asma yang kambuh, radang sendi, hingga kulit kering dan bibir pecah-pecah," ujarnya.

Dokter Icang menjelaskan, suhu dingin menyebabkan penyempitan pembuluh darah sehingga daya tahan tubuh menurun dan tubuh menjadi lebih rentan terhadap serangan penyakit.

"Kalau dingin itu pembuluh darah kita mengalami konstriksi atau menyempit. Akibatnya lebih mudah muncul gangguan kesehatan, terutama penyakit yang didasari faktor alergi," katanya.

Ia menyebut penderita asma, bronkitis kronis, Penyakit Paru Obstruktif Menahun (PPOK), serta penyakit jantung menjadi kelompok yang perlu meningkatkan kewaspadaan selama periode bediding.

Meski belum terjadi lonjakan pasien secara signifikan di fasilitas kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Batu terus mengingatkan masyarakat agar menjaga kondisi tubuh.

"Kami menghimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan, terutama pada situasi cuaca dingin seperti sekarang ini," ucapnya.

Selain mengenakan pakaian hangat, masyarakat juga diminta menggunakan masker saat berada di lingkungan berdebu atau kerumunan.

"Masker tetap menjadi senjata terbaik saat berada di tempat ramai. Debu yang masuk dapat memicu alergi dan memperburuk kondisi kesehatan pada cuaca dingin seperti ini," tuturnya.

Dinkes Kota Batu memperkirakan fenomena bediding masih berlangsung hingga Agustus 2026 sehingga masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap gejala gangguan pernapasan yang muncul.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....