Mengenal “Hopeless Animal Lovers” Komunitas yang Peduli Kesejahteraan Kucing
- 17 Jul 2026 07:24 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Kepedulian terhadap kesejahteraan kucing liar di Kota Malang mendorong lahirnya berbagai komunitas pecinta hewan. Salah satunya adalah Hopeless Animal Lovers (HAL) Malang, komunitas yang sejak 2017 aktif melakukan penyelamatan, edukasi, serta pendampingan bagi masyarakat yang ingin membantu kucing-kucing terlantar.
Berawal dari sekelompok pecinta kucing yang memiliki kepedulian terhadap hewan jalanan, HAL Malang berkembang menjadi komunitas yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan kucing melalui berbagai program kemanusiaan dan edukasi. Tidak hanya melakukan penyelamatan (rescue), komunitas ini juga berupaya membangun kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap hewan di lingkungan sekitarnya.
Perwakilan HAL Malang, Nana, menjelaskan nama Hopeless Animal Lovers memiliki makna khusus yang menjadi semangat seluruh relawan dalam menjalankan kegiatan mereka.
"Hopeless Animal Lovers berawal dari hewan-hewan yang dianggap hopeless atau tidak punya harapan. Kami ingin membuktikan bahwa kucing-kucing yang terlantar, sakit, atau diabaikan tetap memiliki kesempatan untuk mendapatkan pertolongan dan hidup yang lebih baik," ujar Nana dalam dialog Sore Ceria Pro 2 RRI Malang, Selasa (14/07/2026).
Menurutnya, banyak kucing liar yang membutuhkan bantuan, baik karena mengalami sakit, kecelakaan, kelaparan, maupun ditelantarkan pemiliknya. Kondisi tersebut mendorong para relawan untuk turun langsung memberikan pertolongan sesuai kemampuan yang dimiliki.
"Kami percaya setiap hewan berhak mendapatkan kesempatan untuk hidup dengan layak. Karena itu, kami berusaha hadir ketika ada laporan mengenai kucing yang membutuhkan pertolongan, sekaligus mengajak masyarakat ikut peduli terhadap kesejahteraan hewan di sekitar mereka," jelasnya.
Seiring berkembangnya komunitas, HAL Malang tidak lagi hanya berfokus pada kegiatan penyelamatan kucing. Komunitas ini kini juga aktif memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai cara melakukan rescue secara mandiri, penanganan awal terhadap kucing yang terluka, hingga pentingnya sterilisasi sebagai upaya mengendalikan populasi kucing liar.
Selain itu, HAL Malang juga berperan sebagai penghubung antara masyarakat dengan dokter hewan maupun klinik hewan. Pendampingan tersebut diharapkan dapat memudahkan masyarakat memperoleh layanan medis yang tepat bagi kucing yang membutuhkan penanganan.
"Tidak semua orang tahu harus berbuat apa ketika menemukan kucing yang sakit atau terluka. Karena itu, kami berusaha menjadi jembatan agar masyarakat bisa mendapatkan informasi, pendampingan, maupun akses ke dokter hewan sehingga penanganan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan tepat," kata Nana.
Dalam menjalankan misinya, HAL Malang memiliki sejumlah program, di antaranya layanan sterilisasi dengan biaya terjangkau, Posyandu Kucing, kegiatan street feeding untuk memberikan pakan kepada kucing liar, serta kerja sama dengan berbagai klinik hewan di Kota Malang. Berbagai program tersebut bertujuan meningkatkan kesejahteraan kucing sekaligus membangun budaya kepedulian terhadap hewan di tengah masyarakat.
HAL Malang berharap semakin banyak masyarakat yang memahami bahwa membantu hewan tidak selalu harus melalui proses penyelamatan secara langsung. Kepedulian dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti memberikan pertolongan pertama, melaporkan kucing yang membutuhkan bantuan, mendukung program sterilisasi, atau memberikan edukasi kepada lingkungan sekitar. Informasi mengenai berbagai program dan kegiatan HAL Malang dapat diakses melalui akun Instagram @hal_malang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....