Ahli Gizi Ingatkan Batas Aman Konsumsi Daging Kurban saat Idul Adha
- 16 Mei 2026 22:25 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang — Momen Idul Adha kerap dimanfaatkan masyarakat untuk menikmati berbagai olahan daging kurban yang tersedia dalam jumlah melimpah. Namun, konsumsi berlebihan tanpa pengaturan dapat berdampak pada kesehatan, seperti peningkatan kadar kolesterol, tekanan darah tinggi, hingga risiko penyakit jantung.
Ahli Gizi RSUD Syaiful Anwar Malang, Ariestya mengingatkan bahwa konsumsi daging kambing perlu dibatasi agar tidak menimbulkan gangguan kesehatan.
Ia menyebutkan, porsi aman konsumsi daging kambing dalam sekali makan berada pada kisaran 50 hingga 150 gram, tergantung kondisi tubuh masing-masing individu.
“Konsumsi daging kambing sekali makan tanpa lauk lain, hanya dianjurkan 50 sampai 150 gram, tergantung tinggi dan berat badan,” ujarnya kepada RRI, Sabtu (16/52026)
Ada beberapa cara untuk menikmati olahan daging kurban dengan porsi yang aman, diantaranya:
1. Perhatikan Cara Pengolahan Daging
Selain membatasi porsi, cara pengolahan daging juga menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan. Ariestya menekankan bahwa daging kurban harus dimasak hingga benar-benar matang untuk mencegah risiko bakteri.
Ia menjelaskan, mencuci daging saja tidak cukup untuk menghilangkan bakteri yang mungkin masih menempel. Proses pemasakan yang sempurna menjadi kunci utama agar daging aman dikonsumsi.
“Daging sebaiknya dimasak sampai benar-benar matang agar bakteri berbahaya dapat dibasmi,” ujarnya.
Ia uga mengingatkan agar masyarakat menghindari konsumsi daging setengah matang karena berisiko terhadap kesehatan. Proses penyimpanan juga perlu diperhatikan apabila daging tidak langsung diolah.
Daging kurban sebaiknya disimpan dalam suhu beku sekitar minus 5 hingga minus 10 derajat Celcius untuk menjaga kualitas dan mencegah kerusakan.
2. Jaga Keseimbangan Konsumsi
Selain pengolahan dan penyimpanan, pola makan tetap perlu dijaga agar tetap seimbang. Konsumsi daging sebaiknya diimbangi dengan sayuran, buah, serta sumber karbohidrat kompleks untuk membantu pencernaan dan menjaga kesehatan tubuh.
Para ahli mengingatkan bahwa kunci utama menikmati daging kurban adalah pengendalian porsi, cara memasak yang tepat, serta kesadaran akan kondisi kesehatan masing-masing individu.
Dengan pengaturan yang baik, masyarakat tetap dapat menikmati hidangan khas Idul Adha tanpa mengabaikan aspek kesehatan tubuh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....