Orang Tua Diminta Selektif Pilih Aplikasi Buku Digital

  • 09 Sep 2026 10:27 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Maraknya penggunaan gawai di kalangan anak mendorong orang tua untuk lebih selektif memilih aplikasi buku digital. Tidak semua platform yang menyediakan bahan bacaan dapat langsung diberikan kepada anak tanpa pemeriksaan terlebih dahulu.

Hal tersebut disampaikan anggota Komunitas Read Aloud Malang Raya, Nabila dan Andina, dalam dialog Program Literasi Digital di Pro 1 RRI Malang. Menurut mereka, kurasi aplikasi menjadi langkah penting agar aktivitas membaca anak tetap aman, nyaman, sekaligus memberikan manfaat positif.

“Karena yang pertama tentu di dalam aplikasi itu tidak semuanya aman ya, Kak. Apalagi kalau tujuannya untuk anak-anak,” ujar Nabila, Selasa (8/9/2026).

Nabila menjelaskan, kurasi diperlukan karena tidak semua aplikasi yang tersedia di internet aman untuk anak. Terlebih, mayoritas sasaran kegiatan membaca nyaring adalah anak usia PAUD hingga sekolah dasar yang masih membutuhkan perlindungan dan pendampingan orang dewasa.

Kurasi tidak hanya berkaitan dengan isi buku, tetapi juga menyangkut keamanan aplikasi. Orang tua perlu melihat apakah aplikasi mudah digunakan, mengandung iklan, memiliki tautan yang berpotensi mengarah ke situs berbahaya, serta bagaimana keamanan data pengguna ketika melakukan pendaftaran.

“Kita harus tahu dulu kurasi buku itu apa sih? Jadi kurasi buku digital itu adalah proses seleksi, pengumpulan data, proses pemilihan aplikasi mana yang betul-betul aman,” ungkapnya.

Orang tua juga disarankan membaca atau mencoba terlebih dahulu buku yang akan diberikan kepada anak. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan materi, bahasa, ilustrasi, serta fitur yang tersedia benar-benar sesuai dengan usia dan kebutuhan anak.

“Orang tuanya yang membaca dulu. Nah, lalu ketika misalnya orang tua itu sudah lihat bukunya, sebetulnya bukunya sendiri dari pemerintah itu sudah dikurasi juga,” ucapnya.

Sejumlah platform disebut dapat menjadi pilihan, di antaranya Let's Read, Buku Aku, Epic, dan iPusnas. Let's Read disebut menyediakan buku cerita gratis, legal, bebas iklan, serta memiliki pilihan bahasa dan reading level sehingga orang tua lebih mudah menyesuaikan bacaan dengan kemampuan anak.

Sementara itu, Buku Aku memiliki fitur Read to Me yang memungkinkan anak mendengarkan cerita seperti audiobook. Fitur tersebut dinilai membantu anak yang belum lancar membaca, sekaligus dapat menjadi alternatif ketika orang tua sedang memiliki kesibukan.

iPusnas juga menjadi salah satu pilihan karena menyediakan koleksi buku lokal yang cukup luas dan berada di bawah naungan pemerintah. Koleksinya tidak hanya diperuntukkan bagi anak-anak, tetapi juga dapat diakses remaja hingga orang dewasa.

Kehadiran iklan dan fitur komersial menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan orang tua. Aplikasi yang tiba-tiba menampilkan iklan, pop-up, toko digital, atau menawarkan pembelian dapat mengganggu konsentrasi anak dan berpotensi menimbulkan masalah jika transaksi dapat dilakukan tanpa pengawasan.

Karena itu, orang tua tidak cukup hanya melihat apakah aplikasi tersebut gratis atau berbayar. Menurut narasumber, aplikasi gratis tidak otomatis memiliki kualitas rendah, begitu pula aplikasi berbayar tidak otomatis lebih aman sehingga aspek legalitas, kualitas konten, keamanan, dan fitur tetap harus diperiksa.

Komunitas Read Aloud Malang Raya juga menekankan pentingnya menjadikan aktivitas membaca sebagai kebiasaan keluarga. Orang tua bukan hanya mengarahkan anak membaca, tetapi juga perlu memberikan contoh dengan ikut membaca sehingga kecintaan terhadap literasi tumbuh melalui keteladanan di rumah.

Dengan demikian, pemanfaatan buku digital perlu diiringi tanggung jawab orang tua. Memilih aplikasi yang tepat, memeriksa isi bacaan, serta mendampingi anak menjadi langkah penting agar teknologi benar-benar menjadi sarana belajar yang aman dan bermanfaat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....