Masih Anggap Pendidikan Seks Tabu? Anak Justru Lebih Rentan Jadi Korban
- 18 Jul 2026 11:35 WIB
- Malang
RRI.CO.ID,Malang - Meningkatnya risiko kekerasan seksual terhadap anak dan mudahnya akses terhadap konten digital menjadi tantangan yang harus dihadapi orang tua saat ini. Karena itu, pendidikan seksualitas sejak dini dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk membekali anak agar mampu mengenali tubuhnya, menjaga batasan diri, dan berani melapor ketika menghadapi situasi yang tidak aman.
Pesan tersebut disampaikan Grasia Magdalena Tampubolon, M.Th. (in Counselling) dalam Seminar Parenting "Precious Creation: Mendampingi Anak Mengenal Tubuhnya sebagai Ciptaan Tuhan yang Berharga" yang diselenggarakan SD Kristen Kalam Kudus Malang di Aula Andrew Gih, Jalan Arif Margono Nomor 18, Malang, Selasa (14/7/2026).
Menurut Grasia, masih banyak orang tua yang menganggap pendidikan seksualitas sebagai pembahasan yang tabu. Padahal, pendidikan seksualitas bukan mengajarkan anak tentang hubungan seksual, melainkan membantu anak mengenali tubuhnya sebagai ciptaan Tuhan yang berharga, memahami batasan diri, serta membangun keberanian untuk menjaga diri dari berbagai bentuk kekerasan maupun pelecehan seksual.
"Terasa menakutkan melihat fakta dan realita yang ada sekarang. Tapi saya berharap Bapak dan Ibu tetap tenang. Mintalah Tuhan memberikan hikmat supaya kita bisa mendampingi anak-anak dengan tenang," ujar Grasia.
Ia menjelaskan, komunikasi yang terbuka menjadi fondasi utama dalam membangun hubungan yang sehat antara orang tua dan anak. Ketika anak mulai bertanya mengenai tubuh atau perubahan yang dialaminya, orang tua diharapkan tidak memberikan respons yang menghakimi ataupun menganggap pertanyaan tersebut sebagai sesuatu yang tabu. Sebaliknya, setiap pertanyaan perlu dijawab dengan tenang, jujur, dan sesuai dengan tahap perkembangan usia anak agar mereka memperoleh informasi yang benar dari sumber yang tepat.
Selain membangun komunikasi yang sehat, orang tua juga didorong menjadi teladan dalam menghargai diri sendiri dan orang lain. Grasia mengingatkan pentingnya pendampingan dalam penggunaan internet karena paparan konten pornografi maupun informasi yang tidak sesuai usia dapat memengaruhi cara anak memahami tubuh, relasi, dan seksualitas.
"Kalaupun anak kita mungkin sudah terpapar konten pornografi atau mulai berpacaran, jangan buru-buru menyalahkan diri sendiri. Datanglah kepada Tuhan dan katakan, 'Kalau memang ada yang harus saya benahi sebagai orang tua, saya mau membenahinya,'" katanya.
Dalam seminar tersebut, peserta juga dibekali materi mengenai perubahan fisik dan emosional anak usia 8 hingga 12 tahun, persiapan menghadapi masa pubertas, hingga cara mengenalkan mekanisme reproduksi sesuai tahap perkembangan anak. Berbagai contoh kasus pelecehan seksual terhadap anak turut dipaparkan sebagai pengingat bahwa ancaman tersebut dapat terjadi di lingkungan sekitar, sehingga orang tua perlu hadir sebagai tempat yang aman bagi anak untuk bercerita dan mencari pertolongan.
Menutup seminar, Grasia menegaskan bahwa tidak ada kata terlambat bagi orang tua untuk memperbaiki pola pengasuhan dan memperkuat hubungan dengan anak. Menurutnya, investasi terbaik bagi masa depan anak adalah waktu, perhatian, kasih sayang, dan pendampingan yang dilakukan secara konsisten.
"Tidak ada kata terlambat selama anak masih ada di depan mata kita. Investasikan sebanyak mungkin waktu, perhatian, kasih, dan pendidikan yang benar kepada mereka. Percayalah, itu tidak akan pernah sia-sia. Kerjakanlah bagian kita sebagai orang tua dengan sebaik-baiknya, dan selebihnya biarkan Tuhan yang menolong, membimbing, serta mengajarkan mereka. Percayalah kepada Tuhan, karena Tuhan mengasihi anak-anak kita lebih daripada kita mengasihi mereka," tutupnya.
Dengan seminar ini, SD Kristen Kalam Kudus Malang berharap para orang tua semakin memahami bahwa pendidikan seksualitas merupakan bagian penting dari perlindungan anak. Melalui komunikasi yang terbuka, pendampingan yang konsisten, serta penanaman nilai-nilai yang benar di dalam keluarga, anak diharapkan tumbuh dengan pemahaman yang baik tentang dirinya sekaligus memiliki kemampuan untuk menjaga diri dari berbagai bentuk kekerasan seksual.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....