Membangun Komunikasi yang Aman dan Terbuka antara Orang Tua dan Anak
- 18 Jul 2026 11:32 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Kebiasaan orang tua yang langsung menghakimi atau menyalahkan anak saat bercerita dapat membuat anak kehilangan rasa aman di dalam keluarga. Kondisi tersebut dikhawatirkan mendorong anak mencari tempat bercerita kepada orang lain yang belum tentu memberikan pengaruh positif.
Hal itu disampaikan Grasia Magdalena Tampubolon, M.Th. (in Counselling) dalam Seminar Parenting "Precious Creation: Mendampingi Anak Mengenal Tubuhnya sebagai Ciptaan Tuhan yang Berharga" yang diselenggarakan SD Kristen Kalam Kudus Malang di Aula Andrew Gih, Selasa (14/7/2026).
Menurut Grasia, langkah pertama yang perlu dilakukan orang tua ketika anak ingin bercerita adalah mendengarkan, bukan langsung memberikan penilaian.
"Kalau anak sedang bercerita, dengarkan dulu. Bapak dan Ibu, tolong biasakan kita benar-benar hadir dalam setiap percakapan dengan anak. Anak laki-laki perlu memiliki deep talk dengan ayahnya, sedangkan anak perempuan dengan ibunya. Hadirlah dan dengarkan mereka saat berbicara," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kehadiran orang tua tidak hanya berarti berada di dekat anak, tetapi juga memberikan perhatian penuh saat berkomunikasi. Orang tua diharapkan mengesampingkan kesibukan maupun penggunaan gawai agar anak merasa dihargai dan nyaman menyampaikan isi pikirannya.
Grasia menilai respons yang menghakimi justru dapat membuat anak menutup diri.
"Jangan langsung di-judge ketika anak kita menyampaikan sesuatu yang menurut kita kurang tepat. Itu sama saja dengan 'shut down' mereka," katanya.
Menurutnya, ketika anak tidak lagi merasa aman bercerita kepada orang tua, mereka cenderung mencari sosok lain di luar rumah yang dianggap lebih menerima dan tidak menghakimi.
"Kalau anak merasa tidak aman dan tidak nyaman dengan Bapak Ibu, akhirnya mereka mencari sosok di luar yang tidak menghakimi cerita mereka," tambahnya.
Ia juga mengingatkan bahwa membangun kedekatan emosional dengan anak memerlukan waktu dan konsistensi. Komunikasi yang hangat, saling mendengarkan, dan keterbukaan di dalam keluarga menjadi bekal penting agar anak berani menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapinya, termasuk ketika mengalami situasi yang membahayakan.
Melalui seminar tersebut, para orang tua diajak untuk lebih hadir dalam kehidupan anak, tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara emosional. Dengan komunikasi yang sehat dan tanpa sikap menghakimi, anak diharapkan menjadikan orang tua sebagai tempat pertama untuk bercerita dan mencari perlindungan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....