Percantik Bukit Jenggolo, KKN UMM Dukung Pengembangan Wisata dan Ekonomi Lokal
- 26 Agt 2026 12:02 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Potensi wisata desa kembali menjadi ruang pengabdian mahasiswa. Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) 133 melakukan pembaruan kawasan Bukit Jenggolo di Desa Wonokerto, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang.
Bukit Jenggolo, merupakan salah satu kawasan yang memiliki potensi sebagai destinasi wisata. Suasana alam yang masih asri di daerah perbukitan menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk berkunjung dan menikmati suasana alam.
Penambahan hiasan lampu dan pembangunan tangga pada jalur menanjak, dilakukan oleh mahasiswa KKN untuk mempercantik dan meningkatkan kenyamanan pengunjung. Pembaruan ini menjadi langkah awal pengembangan Bukit Jenggolo sebagai destinasi wisata untuk menggerakkan ekonomi masyarakat lokal.
Perwakilan mahasiswa KKN UMM 133, Fathkur Rozi, mengatakan program pembaruan kawasan dilakukan berdasar gagasan, observasi dan diskusi untuk mengidentifikasi kebutuhan serta potensi Bukit Jenggolo.
“Inovasi yang dibuat bukan hanya berdasa ide mahasiswa, kami sudah observasi, diskusi, dan penyesuaian dengan kebutuhan serta potensi Bukit Jenggolo,” terang Rozi, Rabu, 26 Agustus 2026.
Penambahan lampu untuk menciptakan suasana lebih menarik, terutama pada malam hari. Selain sebagai penerangan, lampu juga menambah daya tarik visual kawasan dan memberi pengalaman berbeda bagi pengunjung.
Sementara itu, pembangunan tangga dilakukan pada bagian jalur yang memiliki kontur tanah menanjak dan tidak rata. Kehadiran fasilitas tersebut mempermudah akses pengunjung serta membuat jalur wisata lebih tertata dan nyaman dilalui.
Penambahan fasilitas ini mendapat respons positif dari pengunjung. Nurjana, salah seorang pengunjung Bukit Jenggolo, menilai keberadaan fasilitas baru dapat semakin meningkatkan daya tarik kawasan tersebut.
“Pemandangannya di sini indah, tenang dan adem juga. Kalau sudah ada lampu dan tangganya, pasti makin bagus dan orang-orang jadi penasaran datang ke sini,” tutur perempuan berusia 35 tahun tersebut.
Pengembangan Bukit Jenggolo tidak hanya dipandang sebagai upaya mempercantik kawasan wisata. Semakin berkembangnya destinasi tersebut, menjadi peluang bagi masyarakat Desa Wonokerto untuk memperkenalkan produk dan potensi ekonomi lokal, terbuka lebih luas.
Perubahan wajah wisata Jenggolo, juga diapresiasi Kepala Desa Wonokerto, Tupin.
“Alhamdulillah, kami bersyukur mendapat pendampingan dari KKN UMM dalam mengembangkan Bukit Jenggolo. Penambahan lampu hias dan tangga ini membuat kawasan lebih menarik dan nyaman bagi pengunjung. Semoga manfaatnya dapat terus dirasakan masyarakat dan menjadi jariyah bagi kita semua,” ujar Tupin.
Menurutnya, keberlanjutan pengembangan wisata membutuhkan kolaborasi antara pemerintah desa, pengelola, dan masyarakat. Kehadiran wisatawan dapat menjadi pintu masuk bagi tumbuhnya berbagai kegiatan ekonomi masyarakat. Mulai dari usaha kuliner, produk UMKM, hingga potensi lokal lainnya. Jika terus dikembangkan dan didukung bersama, Bukit Jenggolo memiliki peluang untuk tumbuh menjadi salah satu destinasi wisata yang turut menggerakkan potensi ekonomi lokal Desa Wonokerto Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....