Permainan Tradisional Jadi Cara UMM Edukasi Dampak Digitalisasi
- 24 Agt 2026 15:57 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Berdampak Kelompok 197 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengajak siswa sekolah dasar di Desa Mulyoagung untuk memahami dampak negatif digitalisasi melalui permainan tradisional.
Kegiatan ini digelar di dua lokasi berbeda, yaitu SDN 1 Mulyoagung pada Selasa (11/8/2026) dan SDN 2 Mulyoagung pada Rabu (19/8/2026). Sosialisasi dikemas dalam bentuk lomba dan pengenalan permainan tradisional agar pesan edukasi lebih mudah diterima oleh para siswa.
Program tersebut berangkat dari temuan mahasiswa KKN saat berinteraksi dengan warga dan siswa setempat. Permainan tradisional yang dulu akrab dengan keseharian anak-anak kini mulai jarang dimainkan, tergantikan oleh permainan digital dan gawai.
Ketua Kelompok 197 KKN UMM, Ahmad Fauzan, mengatakan permainan tradisional memiliki nilai penting yang tidak ditemukan dalam gawai.
"Permainan tradisional mengajarkan kerja sama tim, kejujuran, dan sportivitas. Nilai-nilai ini sulit didapat dari permainan digital yang cenderung membuat anak individualis," ujarnya Senin 24 Agustus 2026.

Fauzan juga menyoroti dampak digitalisasi terhadap interaksi sosial anak-anak di desa tersebut.
"Kami melihat anak-anak sekarang lebih asyik dengan ponselnya masing-masing. Padahal, di usia mereka, pembelajaran sosial sangat penting untuk perkembangan karakter," tambahnya.
Sebelum pelaksanaan, mahasiswa dari divisi keagamaan, sosial dan kemasyarakatan bersama divisi acara berkoordinasi dengan kepala sekolah serta guru pendamping. Mereka menyiapkan materi sosialisasi, susunan acara, pembagian tugas, hingga menentukan jenis permainan yang akan dilombakan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan senam bersama, kemudian dilanjutkan pembukaan dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Setelah sambutan kepala sekolah dan ketua tim KKN, siswa mengikuti sesi sosialisasi interaktif melalui tanya jawab dan diskusi ringan.
Memasuki sesi inti, mahasiswa memperkenalkan berbagai permainan tradisional kepada siswa. Para peserta kemudian mengikuti kompetisi dengan didampingi tim KKN dan guru. Antusiasme siswa terlihat jelas selama mengikuti permainan yang mulai jarang mereka temui dalam aktivitas sehari-hari.
Guru SDN 1 Mulyoagung, Siti Aminah, mengapresiasi inisiatif mahasiswa UMM dalam menghidupkan kembali budaya lokal.
"Kami sangat terbantu dengan kegiatan ini. Anak-anak jadi tahu bahwa bermain di luar ruangan dan berinteraksi dengan teman itu menyenangkan. Mereka juga paham bahwa terlalu lama bermain gawai ada efek negatifnya," tuturnya.
Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari siswa, guru, dan masyarakat sekitar. Perpaduan antara sosialisasi dan permainan membuat proses penyampaian pesan mengenai dampak digitalisasi berlangsung lebih edukatif sekaligus menyenangkan.
Selain menjadi sarana edukasi, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara siswa, sekolah, mahasiswa KKN, dan masyarakat Desa Mulyoagung.
Melalui program tersebut, KKN Program Berdampak Kelompok 197 UMM berharap semangat melestarikan budaya lokal dapat terus tumbuh di Desa Mulyoagung, bahkan setelah masa pelaksanaan KKN berakhir.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....