Inovasi Mi Jagung Mahasiswa UMM, Buka Peluang Usaha Rumahan di Bringin Wajak
- 21 Agt 2026 22:18 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Jagung manis yang mudah ditemukan di Desa Bringin, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, mulai dilirik sebagai bahan baku produk pangan bernilai tambah. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) 187 memperkenalkan inovasi mi jagung yang dinilai berpotensi dikembangkan menjadi usaha rumahan.
Inisiator program, mahasiswi Teknologi Pangan, Kirana mengatakan pemilihan jagung sebagai bahan baku didasarkan pada ketersediaannya yang melimpah dan harganya yang relatif terjangkau di wilayah Wajak.
“Jagung dipilih karena menjadi salah satu hasil panen yang mudah ditemukan di Kecamatan Wajak, harganyapun terjangkau,” ujar Kirana, Jumat, 21 Agustus 2026.
Menurutnya, mi dipilih karena merupakan makanan yang sudah familiar bagi masyarakat sehingga lebih mudah diterima sebagai alternatif olahan jagung. Inovasi tersebut diharapkan tidak hanya menambah variasi pangan keluarga, tetapi juga mendorong ibu-ibu mengembangkan produk yang berpotensi dijual.
“Kami memilih mengolahnya menjadi mie karena merupakan makanan yang familiar bagi keluarga, sehingga dapat menjadi alternatif olahan jagung yang lebih menarik,” katanya.
Dalam demonstrasi, jagung rebus yang telah dihaluskan dicampur dengan tepung, telur, dan garam hingga menjadi adonan kalis. Adonan kemudian dicetak menggunakan alat pencetak mi hingga menghasilkan mi berwarna kuning alami.
Produk tersebut dibuat tanpa menggunakan Bahan Tambahan Pangan (BTP) berupa pengawet. Karena menggunakan bahan-bahan segar, masa simpannya relatif terbatas, yakni maksimal dua hari di lemari pendingin dan sekitar satu bulan jika disimpan di freezer.
Meski demikian, keterbatasan masa simpan tersebut dinilai tidak menutup peluang pengembangan mi jagung sebagai produk usaha rumahan, khususnya dengan memperhatikan produksi dan penyimpanan yang tepat.
Kirana berharap inovasi mi jagung dapat menjadi pemantik kreativitas masyarakat dalam mengembangkan berbagai produk olahan berbasis komoditas lokal.
“Semoga inovasi ini dapat menginspirasi ibu-ibu untuk lebih kreatif dalam mengolah jagung,” ujarnya.
Demonstrasi pembuatan mi jagung digelar di Aula Balai Desa Bringin, Selasa, 18 Agustus 2026 lalu, dengan melibatkan ibu-ibu PKK. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat di bawah pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Moh. Jufri serta koordinasi dengan Pemerintah Desa Bringin.
Peserta kegiatan, Elly, anggota PKK Desa Bringin, menilai inovasi yang diperkenalkan mahasiswa KKN UMM memberikan inspirasi bagi masyarakat untuk mengolah bahan pangan yang mudah diperoleh menjadi produk dengan nilai ekonomi.
“Kegiatan ini sangat inovatif dan menginspirasi. Jagung yang mudah didapat ternyata bisa diolah menjadi mie dan menjadi ide baru untuk berkreasi maupun berjualan,” ujar Elly.
Menurut Elly, keterampilan yang diberikan mahasiswa KKN ini dapat terus dipraktikkan masyarakat, sehingga potensi jagung lokal tidak hanya dikonsumsi secara langsung.
Melalui kegiatan tersebut, KKN Berdampak UMM 187 membuat jagung manis Desa Bringin naik kelas, dari sekadar bahan pangan konsumsi menjadi produk olahan yang berpotensi memberikan nilai tambah sekaligus membuka peluang usaha rumahan bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....