PKM Universitas Yudharta Pasuruan Ajak Pemuda Dayurejo Kelola Sampah Berbasis 3R

  • 12 Agt 2026 14:04 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Pasuruan - PKM (Program Kreativitas Mahasiswa / Pengabdian Kepada Masyarakat) Universitas Yudharta Pasuruan betul-betul hadir untuk bisa memberikan manfaat dan dampak besar bagi masyarakat.

Salah satu kegiatan yang terbukti berhasil adalah penguatan pengelolaan limbah terpadu berbasis pendekatan ekonomi sirkular di Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.

Ketua Tim Pelaksana PKM Universitas Yudharta Pasuruan, Dr. Wenny Mamilianti, SP., MP mengatakan program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadartahuan masyarakat Desa Dayurejo dalam mengelola sampah. Mulai dari kegiatan pilah sampah organik an organik, mengelola sampah hingga memanfaatkan sampah menjadi produk bernilai sehingga dapat mengurangi timbunan sampah di TPS (tempat pembuangan sampah).

"Kepedulian terhadap lingkungan terus didorong melalui peningkatan kapasitas generasi muda di tingkat desa. Maka dari itu, PKM Universitas yudharta hadir untuk bisa membantunya," kata Wenny di sela-sela kesibukannya, Rabu (12/8/2026).

Dalam prakteknya, pihaknya melibatkan para pemuda yang tergabung dalam kelompok pemuda yang peduli dengan lingkungan yaitu PEMDA 9.

Mereka dapat menjadi agen perubahan sebagai penggerak dalam meningkatkan kesadartahuaan masyarakat dalam mengelola sampah, naik organik maupun organik.

"Kami ajak mereka untuk mengikuti pelatihan pengelolaan sampah dan penerapan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle)," terangnya.

Selain materi, peserta juga mendapatkan praktik pengelolaan sampah organik serta pengenalan prinsip 3R sebagai langkah sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kata Wenny, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong keterlibatan aktif pemuda dalam mengatasi persoalan sampah sekaligus membangun kesadaran bahwa sampah rumah tangga dapat dikelola dan dimanfaatkan kembali sehingga tidak seluruhnya berakhir sebagai limbah.

"Pemuda desa dinilai memiliki posisi strategis sebagai penggerak perubahan karena dapat menjadi contoh sekaligus mengajak keluarga dan masyarakat di lingkungannya untuk mulai menerapkan kebiasaan memilah dan mengurangi sampah," tegasnya.

Lebih lanjut Wenny menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan program pengabdian kepada masyarakat dengan dukungan pendanaan dari Direktorat Jenderal pendidikan tinggi Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026.

Harapannya, melalui sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat, kegiatan PKM Universitas Yudharta Pasuruan ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam membangun kesadaran lingkungan. Sekaligus memperkuat peran pemuda sebagai motor penggerak desa yang peduli terhadap kebersihan dan keberlanjutan lingkungan

"Karena pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi seluruh lapisan masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Dayurejo, Wahono menyampaikan terima kasihnya kepada Universitas Yudharta Pasuruan yang begitu peduli dengan keadaan sekitar.

"Bagi Desa Dayurejo, keterlibatan pemuda dalam pengelolaan sampah diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan. Para peserta diharapkan dapat meneruskan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh kepada masyarakat serta mendorong terbentuknya kegiatan pengelolaan sampah yang dilakukan secara berkelanjutan," harapnya.

.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....