Jangan Dibakar! Bonggol Jagung Bisa Diolah Jadi Briket Ramah Lingkungan

  • 18 Jul 2026 11:29 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Bonggol jagung yang selama ini identik dengan limbah pascapanen ternyata masih memiliki nilai manfaat. Dibanding dibakar atau dibiarkan menumpuk di lahan, sisa hasil panen tersebut dapat diolah menjadi briket arang yang berpotensi menjadi bahan bakar alternatif sekaligus sumber pendapatan baru bagi petani.

Potensi tersebut mulai dikenalkan kepada petani di Desa Patalan, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Panca Marga (UPM) Probolinggo. Dalam program ini, petani tidak hanya belajar mengolah bonggol jagung menjadi briket, tetapi juga memahami pentingnya mengurangi pembakaran limbah pertanian yang dapat mencemari lingkungan.

Tim PKM UPM memberikan pendampingan mulai dari proses karbonisasi, penghancuran bahan, pencampuran perekat, pencetakan, hingga pengeringan briket. Melalui tahapan tersebut, limbah yang sebelumnya tidak dimanfaatkan dapat diubah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai jual.

Ketua tim PKM UPM, Dr. Lia Ardiansari, menjelaskan bahwa pemanfaatan limbah pertanian merupakan bagian dari upaya membangun sistem pertanian yang lebih berkelanjutan. Selain mengurangi limbah, pendekatan ini juga mendorong petani memperoleh manfaat ekonomi dari hasil samping panen yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Mitra program, Thomas, menilai pelatihan tersebut memberikan perspektif baru bagi petani dalam mengelola limbah pertanian.

"Program ini sangat membantu petani di Desa Patalan. Pemanfaatan limbah bonggol jagung menjadi briket memberikan nilai ekonomi baru bagi masyarakat. Kami berharap inovasi ini terus berlanjut dan dapat diterapkan oleh lebih banyak petani," ujarnya kepada RRI, Jumat (17/7/2026)

Menurut Thomas, kebiasaan membakar limbah setelah panen perlahan dapat dikurangi apabila masyarakat memiliki alternatif pemanfaatan yang lebih menguntungkan. Briket dari bonggol jagung dinilai tidak hanya membantu menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga berpotensi dikembangkan sebagai produk usaha berbasis pertanian.

Melalui inovasi tersebut, bonggol jagung yang sebelumnya dianggap sebagai sisa panen kini memiliki peluang menjadi bagian dari penerapan ekonomi sirkular di sektor pertanian. Pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai tambah diharapkan dapat mendorong terciptanya pertanian yang lebih ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....