Universitas Yudharta Pasuruan Perkuat Ekonomi Peternak Lele Berbasis Tehnologi
- 27 Jul 2026 17:42 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Universitas Yudharta Pasuruan terus berupaya mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan teknologi tepat guna melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Skema Kemitraan Masyarakat Tahun Pendanaan 2026.
Perguruan tinggi itu mengimplementasikan teknologi Internet of Things (IoT) Smart Fishing dan produksi pakan alternatif berbahan limbah Rumah Potong Ayam (RPA) bagi peternak lele di Desa Tunggulwulung, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan.
Program yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi itu bermitra dengan peternak lele Antoko sebagai mitra utama dalam penerapan teknologi dan pemberdayaan masyarakat.
Tim pelaksana dipimpin Miftahul Huda, S.Sos., M.AB dari Program Studi Administrasi Bisnis, didampingi M. Zulham Fahamsyah Havy, S.Kom., M.Kom dari Program Studi Teknik Informatika, serta Dr. Ernawati, M.P dari Program Studi Teknologi Hasil Perikanan.
Kolaborasi lintas disiplin tersebut menghadirkan solusi yang menggabungkan aspek teknologi, manajemen usaha, dan pengolahan hasil perikanan. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat memperoleh sosialisasi mengenai konsep technosociopreneurship, yaitu pendekatan kewirausahaan berbasis teknologi yang mendorong pemanfaatan inovasi digital untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan ekonomi.
Peserta juga dikenalkan dengan teknologi IoT Smart Fishing untuk memantau kondisi kolam dan membantu pengelolaan budidaya lele secara lebih efisien. Selain itu, tim pengabdian memberikan pelatihan pembuatan pakan alternatif berbahan limbah RPA serta praktik pengolahan hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah.
Pendampingan ini diharapkan mampu membantu peternak menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil budidaya.
Ketua Tim Pengabdian Universitas Yudharta Pasuruan, Miftahul Huda, mengatakan program tersebut dirancang untuk mengintegrasikan inovasi teknologi dengan pemberdayaan masyarakat agar peternak memiliki daya saing yang lebih baik.
"Kami ingin menghadirkan solusi yang aplikatif bagi peternak melalui integrasi teknologi IoT Smart Fishing dan pemanfaatan limbah RPA sebagai bahan baku pakan alternatif. Pendekatan technosociopreneurship diharapkan mampu meningkatkan efisiensi usaha, memperkuat kapasitas masyarakat, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan," ujar Miftahul Huda, Senin (27/7/2026).
Sementara itu, mitra kegiatan, Antoko, mengaku program pendampingan tersebut memberikan pengetahuan baru dalam mengelola usaha budidaya lele.
"Pendampingan ini membuka wawasan kami mengenai pengelolaan budidaya lele yang lebih modern dan efisien. Kami berharap teknologi yang diperkenalkan dapat terus diterapkan sehingga hasil produksi meningkat dan kesejahteraan peternak ikut berkembang," kata Antoko.
Universitas Yudharta Pasuruan berharap program ini dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat.
Melalui pemanfaatan teknologi tepat guna dan hilirisasi hasil penelitian, program tersebut diharapkan mampu mendorong berkembangnya usaha perikanan yang lebih modern, produktif, berdaya saing, serta memperkuat ekonomi lokal secara berkelanjutan.(Eva).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....