UMM Perkuat Pendidikan Lingkungan untuk Generasi Hijau

  • 08 Sep 2026 12:07 WIB
  •  Malang
RRI.CO.ID, Malang - Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memperkuat pendidikan lingkungan bagi mahasiswa melalui pembelajaran dan praktik pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Langkah ini diarahkan untuk membentuk budaya hidup bersih sekaligus meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap persoalan lingkungan.

Rektor UMM, Prof. Nazaruddin Malik mengatakan, komitmen terhadap lingkungan berkelanjutan mencakup berbagai aspek, mulai dari pengetahuan lingkungan, ekonomi lingkungan, ekonomi sirkular, hingga pengelolaan sampah dan sumber daya air.

“Karena perguruan tinggi tidak cukup hanya memberikan pemahaman teoritis mengenai lingkungan,” katanya, Selasa (8/9/2026).
Menurutnya, mahasiswa juga perlu mendapatkan pengalaman langsung agar kepedulian terhadap lingkungan dapat berkembang menjadi kebiasaan.

"Kita punya kurikulum pendidikan lingkungan, jadi sebenarnya sudah berlangsung tiga tahun. Pemahaman tentang Sustainable Development Goals (SDGs), kemudian kita lebih banyak praktik," ujarnya.

Ia menjelaskan, praktik tersebut antara lain dilakukan melalui kegiatan yang mendorong mahasiswa menghindari pencemaran sungai dan mengelola sampah agar dapat digunakan kembali melalui proses daur ulang.

Nazaruddin menilai pembentukan budaya menjadi bagian penting dalam pendidikan lingkungan. Karena itu, nilai-nilai keberlanjutan juga didorong melalui kegiatan mahasiswa di luar pembelajaran, termasuk Kuliah Kerja Nyata (KKN).

"Yang penting sebenarnya adalah membangun budayanya, budaya bersihnya. Saya kira KKN juga membawa misi yang sama," katanya.

Selain persoalan sampah, UMM juga memberi perhatian terhadap keberlanjutan sumber daya air. Nazaruddin menyebut air sebagai salah satu sumber daya strategis yang perlu dijaga sebagai bagian dari upaya mempertahankan kualitas lingkungan hidup.

Ia berharap berbagai persoalan lingkungan dan bencana yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia menjadi momentum untuk meningkatkan keseriusan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

"Semakin muda generasinya, semakin kita harapkan lebih baik," ujarnya.

Nazaruddin menyebut, pendidikan lingkungan pada akhirnya tidak hanya diarahkan untuk membentuk mahasiswa yang memahami isu keberlanjutan, tetapi juga mampu menghasilkan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....